Resmi, Bank BTN Kembali Kucurkan KPR Subsidi FLPP

Bank BTN mengapresiasi keputusan Pemerintah untuk mempercayakan penyaluran FLPP tidak hanya kepada Bank BTN, tapi juga Bank BTN Syariah.

rumah subsidi cikarang - SPS Group - rumahhokie - anto erawan - dok
Rumah subsidi di kawasan Cikarang (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta)PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., menandatangani Perjanjian Kerjasama Tripartit dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (KemenPUPR) dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).

Dengan kerjasama ini, maka Bank BTN secara resmi kembali menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) atau KPR Sejahtera.

Baca Juga: 2018, Bank BTN Targetkan Penyaluran KPA Sebesar Rp748 Miliar

Direktur Bank BTN, Iman Nugroho Soeko mengatakan, perjanjian ini juga merupakan bentuk komitmen bersama antara Bank BTN, SMF, dan PPDPP untuk membantu pemerintah mempercepat pencapaian Program Sejuta Rumah.

“PKS ini sangat strategis bagi Bank BTN, karena dapat bersinergi dalam pembiayaan bersama KPR Sejahtera dalam rangka penyediaan dana jangka panjang,” kata Iman Nugroho Soeko di sela penandatanganan PKS Tripartit di kantor Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

9.500 Unit Rumah
Bank BTN mengapresiasi keputusan Pemerintah untuk mempercayakan penyaluran FLPP tidak hanya kepada Bank BTN, tapi juga BTN Syariah.

Untuk tahap awal, Bank dengan kode saham BBTN ini diberikan alokasi penyaluran KPR FLPP untuk 9.500 unit, di mana 464 unit di antaranya akan disalurkan Bank BTN Syariah lewat akad murabahah.

“Bank BTN siap menerima limpahan dari bank pelaksana lain yang belum optimal menyalurkan FLPP untuk membantu PPDPP mencapai target yang dicanangkan,” kata Iman.

Baca Juga: PPDPP: Ada 8 Bank Penyalur KPR FLPP dengan Performa Buruk

Optimisme Bank BTN untuk mengoptimalkan FLPP sejalan dengan visi misi Bank yang sudah berusia 68 tahun ini untuk berperan aktif mendukung sektor perumahan dan terdepan dalam menyalurkan pembiayaan sektor perumahan.

Hal ini sejalan dengan target Bank BTN untuk mengejar angka penyaluran pembiayaan perumahan subsidi yang dipatok sekitar 600.000 unit.

“Kami melihat peluangnya masih besar, karena permintaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap tumbuh dan terdorong oleh kebijakan Bank Indonesia yang telah resmi memberlakukan relaksasi rasio kredit terhadap nilai agunan atau Loan to Value (LTV) properti per 1 Agustus lalu,” kata Iman.

Baca Juga: Relaksasi LTV: Bank BTN Yakin Pertumbuhan Kredit Capai Target

Sebagai informasi, sepanjang semester I-2018, Bank BTN sudah menyalurkan pembiayaan perumahan, baik KPR maupun kredit konstruksi untuk hunian sebanyak 423.303 unit rumah—baik rumah subsidi maupun non subsidi—dengan nilai Rp38,4 triliun.

Khusus untuk pembiayaan rumah subsidi, Bank BTN sudah mendistribusikan pinjaman untuk 297.044 unit rumah dengan nilai Rp17,15 triliun.

Dipinang SMF
Pada kesempatan yang sama, Bank BTN juga menandatangani Perjanjian Kerjasama Bipartit dengan SMF dalam hal pemberian fasilitas pinjaman.

“Bank BTN menjadi salah satu dari 21 Bank yang digandeng SMF untuk menikmati fasilitas pinjaman terjangkau untuk menyalurkan dana FLPP,” tutur Iman.

Baca Juga: Dukung Program Sejuta Rumah, SMF Susun SOP Pembiayaan Syariah

Sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR Nomor 463/KPTS/M/2018 tentang Proporsi Pendanaan Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera, SMF mengambil porsi 25% pendanaan FLPP, sehingga pemerintah hanya menanggung 75%.

Menurut Iman, hadirnya SMF dalam pendanaan FLPP tidak hanya meringankan beban Pemerintah, tapi juga perbankan. Bank BTN menyambut baik tawaran SMF untuk memberikan fasilitas pinjaman dengan bunga terjangkau atau di bawah 4,5% yang relatif lebih murah dibandingkan bunga pinjaman lain.

Baca Juga: Dana Jangka Panjang Perumahan Memerlukan Sekuritisasi KPR

Selain itu tenor pinjaman yang diberikan juga cukup panjang, yaitu 20 tahun atau setara dengan tenor KPR yang diberikan Bank BTN kepada nasabahnya.

“Keuntungan lainnya, Bank BTN tidak perlu repot mencari sumber pendanaan jangka panjang untuk FLPP karena sebelum SMF turut andil ke pendanaan FLPP, perbankan menanggung 10% pendanaan untuk FLPP,” jelas Iman.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda