Rilis New Anggrek 2, Grand Depok City Pasarkan Rumah Rp800 Jutaan

New Anggrek 2 melanjutkan konsep sebelumnya, namun dengan bentuk fasade yang berbeda. Jika sebelumnya modern minimalis, kini tema yang diangkat klasik modern.

Foto: Dok. Grand Depok City

RumahHokie.com (Depok) – Menyasar segmen menengah, PT Dinamika Alam Sejahtera (DAS) meluncurkan cluster baru New Anggrek 2 di perumahan Grand Depok City (GDC), Sabtu (18/3/2017).

Berdiri di atas lahan seluas 9 hektar, New Anggrek 2 merangkum 400 unit rumah dua lantai dengan berbagai tipe. Dengan luas tanah 120 meter persegi, New Anggrek 2 menawarkan rumah dengan luas bangunan 37, 45, 55, dan 78.

Karina Triatmojo, Marketing Development Manager GDC menjelaskan, peluncuran cluster Anggrek 2 dilakukan setelah melihat permintaan pasar yang tinggi.

“Peluncuran new facade at New Anggrek 2 ini melanjutkan konsep sebelumnya. Bedanya, jika semula fasade yang diusung adalah modern minimalis, kini kami mengangkat tema modern klasik. Perubahan fasade ini untuk memberikan pilihan dan penyegaran kepada konsumen,” imbuh Karina.

Sementara itu, General Manager Proyek Grand Depok City, Tony Hartono menambahkan, GDC menyasar segmen menengah dengan harga mulai Rp800 jutaan per unit.

“Saat pertamakali diperkenalkan kepada publik, cluster ini sempat dibanderol Rp600 jutaan per unit. Tren harganya terus meningkat, karena pasarnya cukup prospektif. Harga akan terus meningkat seiring perkembangan infrastruktur termasuk jalan utama kami yang akan dijadikan alun-alun kota Depok,” tutur Tony.

Dalam memasarkan cluster anyar ini, PT DAS menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Bank BRI) untuk membiayai kredit pemilikan rumah (KPR).

“Untuk pembelian cluster Anggrek 2, sampai akhir bulan Maret 2017, Bank BRI memberikan suku bunga fixed satu tahun pertama 4,99% dan untuk tahun kedua hingga keempat, fixed 9,6%,” jelas Yayat Hidayat, Wakil Pemimpin Wilayah Jakarta 2 Bank BRI pada kesempatan yang sama.

Foto: Dok. Grand Depok City
Foto: Dok. Grand Depok City

Berdiri di atas lahan seluas 350 hektar di kawasan Kalimulya, Depok, PT Dinamika Alam Sejahtera telah mengembangkan tujuh cluster di kompleks perumahan GDC.

Kawasan yang digandang sebagai kota mandiri ini memiliki fasilitas seperti water park, sarana pendidikan, area komersial hingga lifestyle, selain dihuni kantor pemerintahan.

Selatan atau Vertikal!
Laiknya kawasan penyangga Ibukota lain seperti Cibubur, Bekasi dan Serpong, prospek investasi properti di Depok pun kian menarik.

Dibanding kawasan lain, Depok memiliki kelebihan, salah satunya ketersediaan beragam transportasi dan perkembangan infrastruktur yang makin gencar.

Tony Hartono memaparkan, dalam beberapa tahun terakhir, properti hunian di Depok kian menjamur. Hal ini, menurutnya, disebabkan makin terbatasnya lahan pengembangan di sekitar pusat kota Depok (ruas Lenteng Agung – Margonda).

Kondisi ini memaksa developer hunian tapak di segmen menengah dan menengah atas untuk memilih lokasi pengembangan ke arah selatan yang memiliki akses ke daerah Bogor seperti Sawangan, Kalimulya, dan Citayam.

“Sementara itu, di kawasan pusat kota Depok kini semakin marak dibangun hunian vertikal seperti apartemen,” katanya.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda