Rilisi Interact Hospitality, Signify Tawarkan Sistem Penghematan Energi untuk Hotel

Penggunaan Interact Hospitality diklaim dapat memberikan penghematan energi yang signifikan pada hotel, tanpa mengorbankan kualitas layanan dan kenyamanan tamu.

Interact Hospitality, Signify, sistem pencahayaan untuk hotel
Sistem Interact Hospitality yang dikembangkan oleh Signify. (Foto: dok. Signify)

RumahHokie.com (Jakarta) – Industri perhotelan menghadapi tantangan dalam mengurangi emisi karbonnya sebesar 66% pada tahun 2030 dan 90% pada periode 2050.

Dalam forum dunia yang membahas perubahan iklim bertajuk Conference of Parties (COP ke 21) menyepakati, harus ada pengurangan emisi karbon guna membatasi kenaikan suhu global di bawah 2 derajat celsius.

Terkait hal itu, baru-baru ini sebuah penelitian yang dilakukan oleh Cundall menunjukkan bahwa penggunaan Interact Hospitality dapat memberikan penghematan energi yang signifikan pada hotel, tanpa mengorbankan kualitas layanan dan kenyamanan tamu.

Baca Juga: Signify Bantu Kota Davos Perbaharui Pencahayaan Jalan dan Gedung Kongres

Dalam penelitian Cundall tersebut menunjukkan bagaimana integrasi sistem kontrol ke pendingin ruangan, pencahayaan dan listrik, dapat memainkan peran penting dalam mencapai target pengurangan energi listrik.

Melansir dari siaran pers, Ahad (09/02/2020), Jella Segers, Global Lead for Hospitality Signify menerangkan dengan sistem manajemen kamar tamu terkoneksi ini, memungkinkan pengelola hotel mengatur perangkat elektronik maupun pencahayaan dalam satu dasbor.

“Dengan Interact Hospitality, mereka dapat mengurangi konsumsi energi listrik sebesar 28% per unit kamar. Saat tamu hotel menggunakan mode hijau pada termostat, bisa menambah penghematan energi hingga sebesar 10%,” kata dia.

Baca Juga: Gunakan Interact Sport, Signify Ubah Pencahayaan Orange Velodrome Jadi Spektakuler

Lebih lanjut dia menerangkan sistem Interact Hospitality Signify mengontrol pencahayaan ruangan, AC, soket listrik dan pengisian daya, serta tirai listrik.

Sebagai contoh, pengelola hotel dapat mengoptimalkan penggunaan energi di unit kamar
yang tidak dihuni, dengan menyesuaikan suhu di kamar secara otomatis dan membuka tirai hanya ketika tamu check-in.

“Titik setel suhu yang umum digunakan oleh hotel, sering membuat tamu merasa kepanasan atau kedinginan. Ini menandakan adanya perbedaan suhu yang besar antara di dalam dan luar ruangan,” tutur Jella.

Baca Juga: Ciptakan Trulifi, Signify Usung Inovasi Pencahayaan Baru ke Transportasi Publik

Sistem Interact Hospitality yang dikembangkan Signify, Jella Segers menjelaskan dapat menyediakan dukungan untuk secara otomatis memperbarui titik setel suhu di seluruh ruangan hotel.

Dengan cara ini, pengelola hotel mewah dapat menyeimbangkan penggunaan energi listrik dengan kenyamanan tamu yang tetap optimal.

“Dengan memahami rentang titik setel suhu yang nyaman memberikan lebih banyak opsi untuk penghematan energi,” tandasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda