Rusun Pasar Minggu Tak Jelas, KemenPUPR Peringatkan PD Pasar Jaya

Sampai saat ini, lokasi di Pasar Minggu belum dibebaskan sehingga proses pembangunan Rumah Susun Pasar Minggu belum bisa berjalan,

Foto: Google Maps

RumahHokie.com (Jakarta) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) mendesak PD Pasar Jaya untuk segera memastikan kesiapan lahan yang akan diperuntukkan sebagai lokasi pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tingkat Tinggi Pasar Minggu di Jakarta Selatan.

Pasalnya hingga saat ini pihaknya masih belum melihat keseriusan PD Pasar Jaya untuk mendukung pelaksanaan pembangunan Rusunawa yang menjadi salah satu proyek strategis nasional untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan.

“Kami minta kepastian lahan dari PD Pasar Jaya untuk lokasi pembangunan Rusunawa Pasar Minggu. Sebab, sampai saat ini lokasi di Pasar Minggu belum dibebaskan sehingga proses pembangunan belum bisa berjalan,” tegas Syarif Burhanuddin, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR, Rabu (8/2/2017).

Dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com, Syarif menjelaskan, Rusunawa Pasar Minggu rencananya akan dibangun sebanyak tiga tower dengan ketinggian bervariasi, yakni dua tower setinggi 23 lantai dan satu tower setinggi 17 lantai.

Luas total bangunan Rusunawa adalah 100.973 meter persegi dan diperkirakan jumlah huniannya mencapai 1.274 unit dan dapat menampung 5.096 jiwa.

Belum Dibebaskan
Pembangunan Rusunawa Pasar Minggu tersebut sedianya akan dilaksanakan oleh Satker Pengembangan Perumahan Ditjen Penyediaan Perumahan di area Pasar Minggu yang berlokasi Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Untuk itu, pihaknya juga telah melakukan lelang terhadap proyek strategis nasional tersebut. Berdasarkan hasil lelang LPSE, pemenang tender sebagai penyedia jasa kontruksi hunian vertikal tersebut adalah PT Adhi Karya (Persero), Tbk.

Dari hasil kunjungan lapangan yang dilakukannya, Syarif menjelaskan saat ini kondisi Pasar Minggu masih terdapat para pedagang dan pertokoan Robinson Departemen Store yang masih digunakan untuk kegiatan niaga.

Selain itu, terminal Pasar Minggu juga masih aktif digunakan oleh masyarakat untuk sarana transportasi. Padahal rencananya Terminal Pasar Minggu nantinya akan dimanfaatkan sebagai Tempat Pembuatan Sementara (TPS).

“Kalau sampai saat ini lahan yang ada masih belum dibebaskan dan masih digunakan masyarakat bagaimana kami bisa memulai pembangunan Rusunawa Pasar Minggu?” kata Syarif.

Pembatalan Kontrak
Lebih lanjut, Syarif menjelaskan, apabila memang lahan yang ada di Pasar Minggu belum siap, pihaknya siap untuk membatalkan kontrak pembangunan Rusunawa tersebut.

Sebab, dirinya menilai jika masyarakat belum mendapat sosialisasi tentang rencana pembangunan Rusunawa tersebut dikhawatirkan akan muncul penolakan dari pedagang dan masyarakat sekitar jika proses pembangunan terus dipaksakan.

Masyarakat khususnya pedagang, imbuh Syarif, sebenarnya sudah siap jika memang harus direlokasi sampai pembangunan Rusunawa tersebut selesai.

“Sebenarnya kami sudah mengajak PD Pasar Jaya untuk membahas kesiapan lahan Rusunawa tersebut sejak 2016 lalu dan anggarannya sudah tersedia. Januari lalu sebenarnya Rusunawa sudah harus mulai dibangun. Jika memang PD Pasar Jaya tidak siap maka kami bisa membatalkan kontrak dan mengalokasikan anggaran yang ada untuk pembangunan Rusunawa lainnya,” pungkas Syarif.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda