RUU Pertanahan dan Redistribusi Melalui Lembaga Bank Tanah

RUU Pertanahan secara khusus memberi perhatian atas ketersediaan tanah untuk pertanian, reforma agraria, tanah objek reforma agraria (TORA), dan redistribusi tanah melalui keberadaan lembaga bank tanah,

sebidang tanah lahan di mt haryono jakarta - anto erawan - rumahhokie - dok
Sebidang lahan di Jalan MT Haryono, Jakarta (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Semarang) – Menanggapi desakan dari berbagai pihak agar pengesahan RUU Pertanahan ditunda, Herman Khaeron, Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-undang Pertanahan mengatakan, RUU ini sangat mendesak untuk disahkan.

Pasalnya, imbuh Herman Khaeron, perubahan lanskap pertanahan semakin rumit hingga Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 harus disempurnakan. Caranya: melalui pembentukan RUU Pertanahan.

Baca Juga: Pemerintah Yakin RUU Pertanahan Pemenuhi Rasa Keadilan Masyarakat

“RUU ini secara khusus memberi perhatian atas ketersediaan tanah untuk pertanian, reforma agraria, tanah objek reforma agraria (TORA), dan redistribusi tanah melalui keberadaan lembaga bank tanah,” ucap Herman dalam acara Kementerian ATR/BPN Goes to Campus di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/7/2019).

Lebih lanjut Herman menjelaskan, penyusunan RUU Pertanahan telah melalui proses yang panjang dan dibahas secara terbuka.

Baca Juga: 8 Poin Penting RUU Pertanahan: Menuju Single Land Administration

“Meski pembahasan dilakukan secara tertutup, tetapi terhadap hasil dan substansi, kami terbuka, supaya mendapat masukan dan pandangan dari seluruh kalangan,” ungkap Herman.

Pentingnya Pembentukan Bank Tanah
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Himawan Arief Soegoto yang mewakili Menteri ATR/Kepala BPN, mengatakan, pembentukan Bank Tanah penting untuk menjamin ketersediaan tanah bagi penerus bangsa meskipun saat ini peraturannya sedang disusun.

Baca Juga: Gantikan UU Pokok Agraria, RUU Pertanahan Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Dengan bank tanah, jelasnya, artinya negara punya tanah, sehingga jika ingin membuat perumahan rakyat, fasilitas umum dan lainnya akan menjadi mudah.

“Harga tanah semakin naik dengan banyaknya spekulan tanah yang bermunculan, sehingga masyarakat Indonesia kesulitan membeli rumah. Pembentukan Bank Tanah menjadi sangat penting untuk menjamin ketersediaan tanah bagi generasi yang akan datang,” ujar Himawan Arif Sugoto seperti dinukil dari siaran pers yang dirilis Kementerian ATR/BPN.

Baca Juga: Ruang Bawah dan Atas Tanah, Seperti Apa RUU Pertanahan Mengaturnya?

Sebagai informasi, bank tanah dan reforma agraria adalah dua hal yang berbeda. Bank tanah adalah badan yang dibentuk pemerintah untuk melaksanakan kegiatan perolehan, pengelolaan, penyediaan tanah, secara nasional dan terpadu dalam rangka untuk kepentingan umum, kepentingan sosial, kepentingan pembangunan dan pemerataan ekonomi.

Di sisi lain, Reforma Agraria adalah penataan kembali struktur penguasaan pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset yang disertai dengan penataan akses untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda