Sasar Indonesia Timur, Pemerintah Akan Bangun 4.550 Unit Rumah Khusus

Selama tiga tahun terakhir, pembangunan rumah khusus menelan anggaran Rp994,6 miliar dengan jumlah rumah terbangun 17.844 unit.

Rumah khusus - rusus- di perbatasan indonesia - PUPR - rumahhokie dok
Rumah khusus di perbatasan (Foto: Dok. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) terus meningkatkan ketersediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, salah satunya membangun rumah khusus (Rusus).

Pembangunan rumah khusus merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Pemerintah untuk mengurangi backlog perumahan sebesar 11,4 juta unit pada tahun 2015.

Rumah khusus merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggir, terutama kawasan nelayan dan daerah perbatasan. Pasalnya, selama ini hunian masyarakat yang tinggal di daerah tersebut dinilai belum layak huni.

Baca Juga: Rumah Susun Sewa dan Rumah Khusus Harus Segera Dihuni

“Rumah khusus adalah program Kementerian PUPR yang dibangun untuk daerah-daerah perbatasan, guru, tenaga medis, daerah tertinggal, pulau terluar, masyarakat nelayan dan pemuka agama,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang dirilis KemenPUPR.

Rumah khusus dibangun per unit dengan biaya sekitar Rp90 juta – Rp120 juta atau disesuaikan dengan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) di daerah.

Dibangun di atas tanah milik pemerintah daerah, Rusus tersebut tidak untuk diperjualbelikan, melainkan hanya hak pakai saja. Nantinya pemerintah pusat akan menghibahkannya kepada pemerintah daerah dan kemudian Pemda yang akan menentukan siapa saja masyarakat yang layak untuk bertempat tinggal di rumah khusus tersebut.

Tiga Tahun 17.844 unit
Selama tiga tahun terakhir, pembangunan rumah khusus menelan anggaran Rp994,6 miliar. Di 2015 rumah khusus yang dibanun sebanyak 6.713 unit, 2016 sebanyak 6.048, dan 2017 sebanyak 5.083 unit sehingga total mencapai 17.844 unit.

Pada tahun ini, disamping pembangunan rumah khusus baru juga dilakukan revitalisasi rumah khusus sebanyak 2.898 unit dengan anggaran sebesar Rp63,8 miliar.

Baca Juga: Pembangunan Rusun dan Rusus Harus Tepat Waktu dan Sasaran

Di 2018, KemenPUPR akan menambah ketersediaan rumah khusus sebanyak 4.550 unit dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp719,6 miliar. Sebaran lokasi pembangunannya sebagian besar yakni 63,4% dibangun di kawasan timur Indonesia.

Salah satu rumah khusus yang dibangun Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan berada di Kelurahan Lalar, Kabupaten Sumbawa Barat.

Rumah khusus yang dibangun pada 2015 untuk para nelayan di kawasan tersebut berjumlah 100 unit dengan total baiay Rp19,1 miliar. Keunikan rumah khusus ini adalah desainnya yang berbentuk rumah panggung dan menyesuaikan dengan kondisi daerahnya yang berada di pinggir pantai.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda