Sebanyak 60% Co Working Space Berada di Kawasan Jakarta Selatan

Hadirnya tren ruang kerja bersama (co-working space) di Indonesia, khususnya Jakarta, bisa mengisi kebutuhan perkantoran di masa mendatang.

Co working space di Jakarta
(Foto: Co Hive)

RumahHokie.com (Jakarta) – Menurut konsultan properti global, Savills Indonesia, jumlah perusahaan baru di Indonesia diproyeksikan akan tumbuh 6,5 kali untuk mencapai angka 13.000 perusahaan pada tahun 2020.

Dengan proyeksi tersebut, tentunya akan berdampak pada permintaan ruang perkantoran yang semakin meningkat pula. Hadirnya tren ruang kerja bersama (co-working space) di Indonesia, khususnya Jakarta, bisa mengisi kebutuhan perkantoran di masa mendatang.

Savills melihat tren co-working space di Jakarta telah dimulai sejak tahun 2012 lalu dengan munculnya Estubizi Kuningan; Inkubator; dan Freeware Ciputra GEPI Spaces.

Baca Juga: Kehadiran Co-Working Space Bantu Penyerapan Ruang Perkantoran CBD Jakarta

Sejak saat itu, secara bertahap angka-nya terus meningkat hingga mencapai lebih dari 25 ruang kerja bersama yang tersebar di berbagai kawasan di Jakarta dengan rata-rata tingkat okupansi mencapai 80%.

Konsultan properti itu mencatat berdasarkan data kuartal I-2017, keberadaan co-working itu dapat menyerap pasokan ruang kantor sekitar 18.000 meter persegi.

“Dari jumlah angka tersebut, sekitar 60% terletak di Jakarta Selatan, kawasan yang dikenal memiliki populasi pekerja yang lebih muda,” ungkap laporan Market Trends offices of The Future Savills Indonesia yang diterima RumahHokie.com, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: 3 Kelebihan yang Didapat Apabila Anda Menggunakan Co-Working Space

Survei yang dilakukan oleh Savills juga memperlihatkan hingga September tahun lalu, mayoritas ketersediaan ruang perkantoran di kawasan CBD Ibukota, digunakan oleh perusahaan penyedia co-working space, baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk mengembangkan bisnis mereka.

“Perusahaan penyedia co-working terus menambah jumlah outlet mereka untuk mencapai market share yang diinginkan. Dampaknya, membantu penyerapan gedung perkantoran di kawasan CBD,” jelas Anton Sitorus, Direktur Riset Savills Indonesia, Rabu (19/12/2018) yang lalu ketika jumpa media.

Baca Juga: Meski Berkembang, Bisnis Co Working di Indonesia Terkendala Regulasi

Mereka juga mencatat terdapat kecenderungan pengguna co working tak hanya didominasi perusahaan rintisan (start-up) saja, namun juga oleh para mahasiswa yang menyewa ruang bekerja bersama itu untuk kegiatan belajar.

Untuk tempat, keberadaan co-working di Jakarta menempati berbagai jenis properti. Mulai dari rumah yang direnovasi dan didesain ulang; gedung perkantoran hingga pusat perbelanjaan.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda