Segmen KPR Subsidi Tumbuh Pesat, Ini Langkah Strategis Bank BTN

Di segmen KPR Subsidi, Bank BTN aktif bersinergi dengan berbagai pihak, guna penyaluran kredit pemilikan rumah yang lebih luas.

direktur-utama-bank-btn-maryono-doorstop-rumahhokie-anto-erawan-dok
Direktur Utama Bank BTN, Maryono (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta)Backlog perumahan di Indonesia saat ini ditengarai mencapai 11 juta – 11,5 juta unit. Belum lagi pertambahan kebutuhan rumah yang diperkirakan 800 ribu unit per tahun.

Untuk menjawab tantangan itu, Pemerintah melakukan beberapa hal, pertama, Program Sejuta Rumah; kedua, perizinan yang semula sekitar 44 izin menjadi 14 izin; ketiga, memberi subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) lewat KPR Subsidi FLPP.

Baca Juga: Dukung Program Sejuta Rumah, Bank BTN Siap Bermitra dengan BP Tapera

Direktur Utama  PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk., Maryono menjelaskan, guna membantu mengurangi backlog perumahan—terutama di segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)—Bank BTN melakukan berbagai inovasi dan sinergi.

“Di segmen KPR Subsidi misalnya, perseroan aktif bersinergi dengan berbagai pihak, guna penyaluran kredit yang lebih luas. Perseroan pun menciptakan produk KPR Mikro untuk menyasar MBR informal seperti tukang ojek online dan tukang bakso untuk memiliki rumah,” tutur Maryono dalam acara buka puasa bersama Direksi Bank BTN dengan Media di Jakarta, Ahad, (26/5/2019).

Baca Juga: Bank BTN Kucurkan KPR Kepada Komunitas Pencukur Rambut Garut

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, imbuhnya, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan pesat di segmen KPR Subsidi. Catatan keuangan perseroan menunjukkan dalam lima tahun terakhir, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan KPR Subsidi sebesar 29,85% mulai Desember 2014 hingga Desember 2018. Per Maret 2019, emiten bersandi saham BBTN ini juga masih menempati posisi pertama di pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 92,96%.

Tumbuh di Atas Rata-rata 
Selain itu, jelas Maryono, Bank BTN juga telah menggelar Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA) untuk membeli saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM).

Hingga kini, Bank BTN telah berkomitmen membeli 30% saham perusahaan manajer investasi tersebut. Ke depannya dengan ijin OJK, perseroan bakal menambah kepemilikan saham hingga mencapai 85%.

Baca Juga: Masuki Usia ke-69, Kredit Bank BTN Capai Rp523 Triliun

“Pembelian saham manajer investasi ini kami lakukan untuk memaksimalkan pengelolaan dana jangka panjang seperti dana Tapera, sekaligus untuk meningkatkan kinerja bisnis Bank BTN,” tambah Maryono.

Per April 2019, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan positif pada penyaluran KPR dan berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Catatan keuangan perseroan merekam, KPR Bank BTN tumbuh sebesar 22,29% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp150,9 triliun pada April 2018 menjadi Rp184,53 triliun.

Baca Juga: Peminat Rumah Sitaan Meningkat, Bank BTN Luncurkan KPR Lelang

Adapun, dari data Bank Indonesia menunjukkan per Maret 2019, KPR secara nasional hanya tumbuh sebesar 13,2% (yoy), turun dari 13,7% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Pertumbuhan pesat KPR di Bank BTN disumbang laju KPR Subsidi yang naik 29,37% (yoy) dari Rp80,49 triliun pada April 2018 menjadi Rp104,13 triliun di periode yang sama tahun ini. KPR Non-subsidi juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 14,19% (yoy) menjadi Rp80,4 triliun pada April 2019 dari Rp70,41 triliun.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda