Segmen Menengah Kuasai Pasar Perumahan di Jabodetabek

Berdasarkan kinerja, penjualan rata-rata rumah di Tangerang secara bulanan tertinggi, yakni sekitar 32,0 unit per bulan dengan angka rata-rata Rp62,4 miliar per bulan.

perumahan menengah - sepeda - kemenPUPR - rumahhokie - dok
Perumahan menengah (Foto: Dok. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)

RumahHokie.com (Jakarta) – Pasar perumahan tapak di Jabodetabek secara keseluruhan menunjukkan peningkatan pada paruh kedua tahun 2018. Hal ini yang tercermin dari kecenderungan kenaikan penjualan rata-rata per bulan, baik dalam jumlah unit maupun harga.

Jumlah rata-rata unit rumah yang ditransaksikan meningkat sekitar 2,0 unit per bulan per perumahan, dengan nilai take-up bulanan meningkat rata-rata sekitar Rp38,2 miliar per proyek, atau naik 6,3% dari angka semester sebelumnya. Setelah penurunan besar yang terjadi di semester pertama 2018, total pasokan mulai meningkat sebesar 71% dibandingkan semester sebelumnya.

Baca Juga: IPW: Segmen Menengah Masih Kuasai Pasar Perumahan di Banten

Arief Rahardjo, Director Research Cushman & Wakefield Indonesia mengatakan, berdasarkan kinerja, penjualan rata-rata rumah di Tangerang secara bulanan tertinggi, yakni sekitar 32,0 unit per bulan dengan angka rata-rata Rp62,4 miliar per bulan.

“Proyek yang baru diluncurkan oleh Summarecon Bekasi, Srimaya (557 unit) hampir terjual habis pada hari peluncuran, sementara proyek Sinar Mas Land, Taman Naraya di Deltamas (135 unit) berkontribusi pada peningkatan rata-rata tingkat penjualan bulanan rata-rata di area Bekasi, yakni sekitar 31,8 unit per bulan dengan nilai rata-rata Rp32,7 miliar per bulan,” kata Arief Rahardjo dalam laporan bertajuk “Greater Jakarta Landed Residential Marketbeat”.

Baca Juga: Potensi Besar, Pengembang Harus Bidik Pasar Menengah-Bawah

Cushman & Wakefield mencatat, sebagian besar transaksi rumah di wilayah Jabodetabek selama paruh kedua 2018 adalah rumah menengah, yaitu sekitar 31,0% dari total transaksi. Sementara itu, peningkatan penyerapan secara signifikan terlihat pada segmen rumah menengah-bawah dengan kontribusi sebesar 12,8%.

KPR Jadi Pilihan Utama
Selama semester kedua tahun 2018, sebanyak 5.574 unit rumah diluncurkan. Angka ini mencerminkan peningkatan 70% dibandingkan dengan semester pertama 2018.

Sebagian besar pasokan berasal dari pengembangan segmen bawah (19,8%) seperti Srimaya Residence, Naraya Park, dan Bukit Melia, diikuti oleh segmen menengah ke bawah (19,5%).

Baca Juga: Luncurkan Srimaya Residence, Summarecon Tawarkan Rumah Rp300 Jutaan

Dalam hal metode pembayaran, KPR masih menjadi pilihan utama konsumen rumah di wilayah Jabodetabek, yaitu sebanyak 72%, diikuti tunai bertahap (19%) dan tunai (9%).

Di sisi lain, harga jual rata-rata di Jabodetabek di semester kedua 2018 adalah Rp10.750.072, atau tumbuh 3,96% (YoY).

Tipe rumah yang paling diminati konsumen memiliki luas bangunan 55 m2 – 103 m2 dan ukuran tanah 69 m2 – 112 m2, dengan harga berkisar Rp1,1 miliar – Rp1,6 miliar.

Dominasi Segmen Menengah
Peraturan baru untuk melonggarkan rasio Loan To Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) dalam transaksi KPR pada 1 Agustus 2018 yang memungkinkan pembelian rumah dengan DP 0%, belum benar-benar diterapkan, baik oleh pengembang maupun perbankan.

Kendati demikian, beberapa pengembang telah menyesuaikan kebijakan mereka untuk mengurangi persyaratan DP hingga 5% dengan menyediakan fasilitas installment.

Baca Juga: Penjualan Kondominium Segmen Menengah Diprediksi Terus Bertumbuh

Pembeli tertarik pada ketentuan pembayaran yang lebih mudah yang diberikan pengembang, seperti persyaratan DP yang lebih rendah dan cicilan DP hingga 12 – 18 kali.

Pasar pasar perumahan darat Jabodetabek diperkirakan akan tetap positif pada 2019. Pemilihan presiden pada pertengahan April 2019, diharapkan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pasar perumahan karena pasar target properti ini adalah pengguna akhir.

Dalam hal pasokan, rumah menengah ke bawah dan menengah diperkirakan akan terus mendominasi pasokan di 2019, dengan harga berkisar Rp800 juta – Rp1,5 miliar per unit. Sementara, pasangan muda dan pembeli rumah pertama diperkirakan akan mendominasi permintaan tahun ini.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda