Sektor e-Commerce dan Logistik Angkat Kinerja Properti Komersial

Prospek kedua sektor ini cukup signifikan, karena Indonesia memiliki populasi besar, pertumbuhan kelas menengah, urbanisasi, dan infrastruktur yang agresif.

e-commerce - properti - real estate - rumahhokie - dok
Foto: Dok. RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Seiring perubahan zaman, sektor logistik dan perdagangan mengalami evolusi dari tradisional ke modern. Jika dulu sistem perdagangan dilakukan secara tradisional, kini perdagangan via media eletronik (e-commerce) menjadi kekuatan baru yang memicu permintaan di sektor lain, terutama bisnis logistik modern.

Prospek kedua sektor yang saling terkait ini, boleh dibilang cukup signifikan, mengingat ekonomi Indonesia didukung populasi yang besar, pertumbuhan kelas menengah, urbanisasi, dan pembangunan infrastruktur yang agresif.

Baca Juga: Harga Sewa Perkantoran di CBD Diperkirakan Turun Hingga 2019

Konsultan properti internasional yang berkantor pusat di London, Inggris, Savills, menyebut sektor properti komersial diperkirakan akan menikmati dampak positif dari perkembangan kedua sektor ini, seiring dengan tumbuhnya permintaan ruang kantor maupun fasilitas logistik yang berasal dari ekspansi perusahaan-perusahaan terkait, baik dari dalam maupun luar negeri.

Lucy Rumantir, Senior Technical Advisor Savills Indonesia mengatakan bahwa Indonesia yang merupakan satu-satunya negara G-20 di kawasan ASEAN yang memiliki potensi besar di sektor e-commerce.

Menurut Lucy, sektor ini terbilang masih under-developed, dimana rasio penjualan (sales volume) sektor e-commerce (B2C) hanya di kisaran 1% dari total keseluruhan penjualan ritel dalam negeri.

Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan China yang memiliki rasio e-commerce sales mencapai 23% dari total penjualan ritel di negara tersebut.

“Karena besarnya potensi pasar, banyak investor maupun perusahaan e-commerce dari luar negeri yang tertarik untuk melakukan ekspansi ke Indonesia belakangan ini,” kata Lucy.

Baca Juga: Infrastruktur Diharapkan Jadi Faktor Penolong Iklim Investasi di Indonesia

Dampak dari ekspansi perusahaan e-commerce di dalam negeri juga dirasakan pada sektor perkantoran komersial di Jakarta. Berdasarkan pengamatan Savills, perusahaan e-commerce bersama dengan perusahaan teknologi lainnya (seperti fintech dan software development companies) mulai mengisi gedung-gedung perkantoran komersial, baik yang baru maupun yang lama.

Lebih lanjut Lucy mengatakan, sektor e-commerce dan logistik terbukti memperlihatkan kinerja yang positif meski perkembangan bisnis dan ekonomi secara umum belum pulih.

“Hal ini harus diperhitungkan oleh para pengembang atau pemilik gedung sebagai salah satu target dan pangsa pasar ke depan, untuk mengantisipasi pergeseran tren yang mungkin terjadi di masa yang akan datang,” jelas Lucy.

Dongkrak Sektor Logistik
Sementara itu, Anton Sitorus, Kepala Departemen Riset dan Konsultasi Savills Indonesia mengatakan, awalnya kebanyakan dari perusahaan jenis start-up berkantor di rumah, ruko, atau gedung kecil milik sendiri.

“Akan tetapi, seiring ekspansi bisnis mereka, ditambah dengan masuknya suntikan dana dari pemodal besar, perusahaan e-commerce yang berkembang mulai mempertimbangkan berkantor di gedung komersial, bahkan menjadi anchor tenant. Sebagai contoh, Tokopedia yang berkantor di Ciputra World Jakarta 2 yang akan berganti nama menjadi Tokopedia Tower,” kata Anton.

Baca Juga: Selain Mengurai Kemacetan, MRT Bakal Mendongkrak Sektor Properti

John Gamboa, Director Investment Savills Indonesia mengatakan, seiring dengan pertumbuhan sektor e-commerce, permintaan untuk fasilitas logistik juga diperkirakan meningkat secara signifikan.

“Perusahaan platform B2C seperti Lazada, Blibli, Berrybenka, Zalora, dan JD.id diperkirakan terus memicu permintaan logistics space seiring pertumbuhan bisnis mereka,” papar John.

Dia menambahkan bahwa saat ini kontribusi perusahaan e-commerce masih sangat rendah dibanding perusahaan layanan logistik (Logistics Space Provider atau LSP) dan perusahaan jasa pihak ketiga (Third Party Logistics atau 3PL) yaitu hanya sekitar 3% dari total logistics space.

“Dengan demikian, masih banyak sekali ruang buat pertumbuhan sektor ini ke depannya,” pungkas John.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda