Selain Atasi Kemacetan, Flyover Cisauk Dinilai Optimalkan Kawasan TOD

Flyover Cisauk merupakan proyek prioritas Pemkab Tangerang yang telah diusulkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018 - 2023.

flyover-cisauk-kemacetan-serpong-garden-apartment-anto-erawan-rumahhokie-dok
Kemacetan panjang yang kerap terjadi di perlintasan kereta api Stasiun Cisauk. (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Serpong) – Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana membangun jembatan layang (flyover) di Jalan Raya Cisauk untuk mengatasi kemacetan di pelintasan kereta api di Stasiun Cisauk.

Jembatan yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2020 ini, digadang bakal meningkatkan aksesibilitas di kawasan Cisauk. Pasalnya, keberadaan jalan layang ini dinilai dapat mendukung optimalisasi stasiun KRL Cisauk dan tasbih Cisauk sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Baca Juga: Pasca Renovasi Stasiun Cisauk, Pengguna Commuter Line Meningkat

Proyek prioritas Pemkab Tangerang yang juga telah diusulkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 ini sendiri rencananya akan memiliki panjang sekitar 500 sampai dengan 600 meter dan lebar sekitar 12 meter.

Saat ini, Pemkab Tangerang tengah bekerjasama dengan Puspiptek untuk merampungkan detail engineering design (DED) serta merinci kebutuhan biaya pembangunan jalan tersebut.

Untungkan Serpong Garden Apartment
Stanislas Hartanto, Direktur PT Hutama Anugrah Propertindo mengatakan, pembangunan ini membawa angin segar bagi masyarakat Cisauk, tak terkecuali calon penghuni Serpong Garden Apartment yang lokasinya berdekatan dengan rencana pembangunan flyover Cisauk.

Pasalnya, keberadaan jalan layang tersebut nantinya akan semakin memudahkan aksesibilitas bagi calon penghuni Serpong Garden Apartment yang mobilitas sehari-harinya menggunakan kendaraan pribadi.

Baca Juga: Bagian dari Fasilitas BSD City, Gedung Baru Stasiun Cisauk Resmi Beroperasi

“Keberadaan perlintasan kereta komuter dan padatnya lalu lintas kerap dikeluhkan masyarakat karena membuat kemacetan panjang di Jalan Raya Cisauk. Karena itu, pembangunan jalan layang tersebut diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah kemacetan selama ini,” ujar Stanislas Hartanto usai menggelar prosesi groundbreaking Tower Diamanta Serpong Garden Apartment, Sabtu (2/11/2019).

Menurutnya, pembangunan jalan layang Cisauk tersebut nantinya juga akan menambah berbagai keunggulan Serpong Garden Apartment sehingga layak diperhitungkan sebagai tempat tinggal yang nyaman sekaligus investasi prospektif.

Apalagi, saat ini jarak Serpong Garden Apartment dari Stasiun Cisauk hanya 25 meter dan terhubung melalui jembatan layang berdesain futuristik. Pemerintah juga berencana membangun jaringan kereta semi ringan Light Rapid Transportation (LRT), sehingga akses tersebut kian mempertegas simpul kegiatan di wilayah Serpong bagian Barat di dan Timur.

Baca Juga: Groundbreaking Tower Diamanta, Serpong Garden Tawarkan Apartemen Rp300 Jutaan

Terlebih, ke depannya, kawasan Cisauk juga masuk dalam rencana perpanjangan jalur Moda Raya Terpadu  (MRT) yang akan menghubungkan akses dari wilayah Cikarang di wilayah Timur sampai ke Kabupaten Tangerang yang ada di wilayah Barat. Sehingga pembangunan ini memudahkan terkoneksinya wilayah timur dan barat, termasuk juga utara dan selatan.

“Berbagai kelebihan tersebut juga semakin menahbiskan Serpong Garden Apartment sebagai investasi prospektif di bisnis properti.  Sebagai contoh, selain terserap dengan sangat baik, unit-unit di Serpong Garden Apartment saat ini telah mengalami kenaikan harga hingga 40% sejak awal dipasarkan dua tahun lalu,” ujar Stanislas.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda