Selain Mengurai Kemacetan, MRT Bakal Mendongkrak Sektor Properti

Pembangunan moda transportasi ini tak hanya berimbas pada kawasan hunian tapi juga berpengaruh kuat pada kawasan perkantoran.

Pembangunan jalur MRT, Foto: jakartamrt.co.id

RumahHokie.com (Jakarta) – Kehadiran Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT) yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta diyakini bakal menjadi salah satu solusi utama mengurai kemacetan di Ibu Kota.

Bukan hanya itu, moda transportasi massal ini juga diprediksi bakal mendongkrak harga properti.

“Hadirnya moda transportasi ini tentunya akan membuat mobilitas barang dan jasa semakin bagus,” ungkap Anton Sitorus, Director of Research and Consultancy Savills Indonesia.

Baca juga: Transportasi Massal Bisa Dongkrak Nilai Properti 300%

“Begitu pula kawasan hunian yang ada di dekat jalur transportasi itu, harga jualnya tentu akan mudah terdongkrak,” ucapnya.

Menurut Anton, jika pembangunan infrastruktur diselesaikan dengan baik, tentunya akan berimbas positif pada perkembangan sektor properti khususnya di Jakarta.

Lebih lanjut Anton menjelaskan, aksesibilitas merupakan kunci sukses sebuah perkembangan properti. Jika aksesnya bagus, permintaan properti di kawasan itu pastinya akan meningkat.

Berimbas Pada Perkembangan Properti
Begitu pula dengan kehadiran LRT, bukan hanya kawasan hunian yang bakal menjamur di dekat stasiun, tapi juga akan berpengaruh pada kawasan perkantoran di wilayah Sudirman.

“Moda transportasi massal ini akan mempermudah masyarakat untuk bisa dengan cepat sampai di kantor. Kehadirannya akan berimbas pula bagi sektor properti lainnya,” papar Anton.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini akan terhubung ke berbagai wilayah. Jalur LRT di dalam kota nantinya akan terhubung ke wilayah Rawamangun, Kelapa Gading, Mangga dua hingga Bandara Soekarno Hatta.

Sedangkan jalur LRT yang ada dipinggiran kota, dari Sentul ke Cawang. Demikian juga jalur LRT yang ada di Bekasi, akan terhubung hingga ke Cawang.

Hal yang menarik adalah memperhatikan keterkaitan infrastruktur dengan perkembangan sektor properti.

“Untuk mengurai kemacetan, kehadiran infrastruktur ini secara perlahan juga akan mengubah kebiasaan masyarakat, utamanya saat MRT nanti sudah beroperasi. Mereka akan digiring menggunakan layanan transportasi umum,” Urai Anton.

Saat ini, pembangunan MRT sudah mencapai 69%. Konstruksinya diharapkan akan diselesaikan pada pertengahan 2018. Proyek tersebut rencananya akan mulai beroperasi pada Maret 2019 mendatang.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda