Semua Orang Asing Bisa Beli Properti di Indonesia, Kecuali Pengungsi

Salah satu masalah yang masih dihadapi adalah penggunaan Hak Pakai untuk WNA, yang dianggap sebagian kalangan “lebih rendah” levelnya...

foto: Pixabay.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Pemerintah dan stakeholder properti Tanah Air agaknya sudah sepakat untuk mengimplementasikan regulasi kepemilikan properti oleh warga negara asing (WNA).

Salah satu masalah yang masih dihadapi adalah penggunaan Hak Pakai untuk WNA, yang dianggap sebagian kalangan “lebih rendah” levelnya dibanding hak kepemilikan lain, seperti Hak Milik atau Hak Guna Bangunan.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil mengatakan, terkait Hak Pakai sudah tidak ada masalah. Menurutnya, status kepemilikan berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria mengikuti subjek.

“Status Hak Pakai untuk orang asing, sama dengan Hak Guna Bangunan (HGB) di mata hukum. Tidak ada yang bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku, maupun aturan yang lebih tinggi di atasnya,” kata Sofyan dalam Forum Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Kepastian Implementasi Kebijakan Kepemilikan Properti oleh Orang Asing”, Senin (31/10/2016).

Baca Juga: Jika Pasar Properti Tak Bangkit Tahun Ini, Sungguh Terlalu!

Lebih lanjut Sofyan menjelaskan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN No 29 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian, Pelepasan, atau Pengalihan Hak atas Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia.

“Dalam peraturan tersebut disebutkan, Hak Pakai terjadi jika warga asing membeli properti yang sudah memiliki status hak milik atau HGB. Saat di beli, maka status kepemilikan menjadi Tanah Negara untuk kemudian diberikan perubahan menjadi Hak Pakai,” tuturnya.

Lima Jenis Izin Tinggal
Pada kesempatan yang sama, Friement FS Aruan, Direktur Izin Tinggal Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM juga menyampaikan bahwa tidak ada ketentuan imigrasi yang menyulitkan bagi orang asing yang ingin memiliki properti di Indonesia.

Dalam PP No 103 Tahun 2015 sudah ditegaskan bahwa syarat orang asing untuk memiliki properti harus memiliki izin tinggal. Ada lima jenis izin tinggal yang diatur dalam aturan keimigrasian, yaitu Izin Tinggal diplomatik, Izin Tinggal dinas, Izin Tinggal kunjungan, Izin Tinggal terbatas, dan Izin Tinggal Tetap.

“Warga asing yang paspornya dicap oleh keimigrasian, sudah punya izin tinggal dan bisa membeli properti di Indonesia. Jadi, semua warga asing yang punya izin tinggal di Indonesia bisa beli properti, kecuali pengungsi,” kata Friement.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda