Sentimen Positif Akan Warnai Pasar Apartemen di Surabaya

Colliers Indonesia melihat bahwa penjualan pasar apartemen di Surabaya, didominasi proyek-proyek baru yang dikembangkan oleh developer properti dengan reputasi bagus.

Apartemen di Surabaya, Colliers International Indonesia, Ferry Salanto
(Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Aktifitas penjualan pasar apartemen strata di Surabaya, Jawa Timur, diproyeksi akan mengalami sentimen positif.

Kondisi itu akan terjadi seiring dengan membaiknya ekonomi pasca hasil Pemilu 2019 serta kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Berdasarkan survei yang dilakukan Colliers International Indonesia, tingkat serapan pasar apartemen Surabaya pada kuartal I-2019, secara rata-rata cukup baik, yakni berada di level 82% atau naik 0,5% dari kuartal sebelumnya.

Baca Juga: Harga Rumah di Surabaya Tercatat Mengalami Kenaikan Tertinggi

“Kami perkirakan tingkat serapan apartemen akan berada di level 83-84%, selama periode tahun 2020 hingga tahun 2023,” papar Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Rabu (03/07/2019) yang lalu di Jakarta.

Secara umum, konsultan real estat global itu melihat bahwa aktifitas penjualan pasar apartemen di daerah tersebut, didominasi oleh proyek-proyek baru yang dikembangkan oleh developer properti dengan reputasi bagus.

Sedangkan untuk harga jual apartemen, Ferry mengatakan mengalami kenaikan tipis sebesar 2,1% apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Saat ini harga berada diposisi Rp21,3 juta per meter persegi.

Baca Juga: Performa Pasar Perkantoran Surabaya Belum Menggembirakan

“Kedepan, seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi setelah Pemilu dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendukung pasar properti, kami perkirakan harga apartemen akan naik sekitar 3-4% per tahun hingga tahun 2023,” ucapnya.

Lebih lanjut Ferry Salanto memaparkan untuk pasar sewa apartemen di kota Surabaya pun berjalan membaik.

Hal tersebut ditandai dengan tingkat okupansi pada pasar apartemen sewa mengalami
kenaikan sebesar 4,3% jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Pasar sewa apartemen Surabaya kebanyakan di daerah Barat. Hal itu dikarenakan aktivitas industri berkembang di wilayah Gresik. Sedangkan, di sana tidak terlalu banyak pilihan apartemen sewa,” jelas Ferry.

Baca Juga: Pasar Perkantoran Sewa Jakarta Masih dalam Kondisi Stagnan

Dia melanjutkan, hal itu cukup memberikan dorongan kepada pasar sewa apartemen di Surabaya bagian Barat.

“Banyak ekspatriat baru yang datang untuk pekerjaan di Gresik, yakni proyek smelter Freeport. Mereka lebih memilih Surabaya Barat karena dianggap memiliki fasilitas yang lengkap. Mulai dari pusat perbelanjaan hingga lapangan golf,” pungkas Ferry.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda