Sentul City Optimistis Raih Marketing Sales Rp1 Triliun di Akhir 2018

Block sale menjadi salah satu andalan Sentul City dalam meraih laba. Di 2019 porsinya diprediksi mencapai 20%.

public-expose-sentul-city-bksl-kuartal-3-2018-anto-erawan-rumahhokie-dok
Tampak dalam gambar (Kiri-Kanan) Ricky Kinanto Teh (Direktur), David Partono (Presiden Direktur merangkap Direktur Independen), Rickey Mabbun Leuterio (Direktur), dan Kelvin Octavianus (Associate Director Sales & Marketing) - Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com

RumahHokie.com (Bogor)PT Sentul City, Tbk. (BKSL) mencetak kinerja positif sepanjang Januari – September 2018.  Perusahaan meraih Pendapatan Bersih (Tidak Audit) sebesar Rp801.165 miliar, atau meningkat 12,03% dari Rp715.122 miliar pada periode yang sama di 2017 lalu.

Sementara, Laba Kotor menyentuh Rp507.463 miliar, meningkat 50,10% dari periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp338,092 miliar. Hingga Kuartal III-2018, Sentul City berhasil meraih Marketing Sales sebesar Rp813 miliar dari target marketing sales 2018 yang mencapai Rp1,5 triliun.

Baca Juga: Gelar Tutup Atap, Tower Pertama Opus Park Ditargetkan Sold Out Akhir 2018

David Partono, Presiden Direktur PT Sentul City, Tbk. menjelaskan, mundurnya rencana block sale yang semestinya dilakukan tahun ini, memengaruhi pencapaian marketing sales di 2018. Namun perseroan optimistis tahun ini bisa meraih marketing sales di atas Rp1 triliun.

“Untuk tahun 2019, kami menargetkan marketing sales tumbuh 15% – 20%. Namun jika block sale bisa terjadi di 2019, maka marketing sales bisa jauh meningkat,” papar David Partono kepada awak media, Senin (10/12/2018).

Baca Juga: Pengembang Singapura Akan Bangun 1.700 Unit Hunian di Sentul

Tahun 2019, Sentul City belum berencana meluncurkan produk baru—setidaknya hingga akhir semester pertama 2019—dan masih fokus menghabiskan produk lama seperti Saffron Noble Residence, Opus Park, Green Mountain, Spring Mountain, dan lainnya. Rasio penjualan di tahun 2019 untuk landed 50%, high rise 30%, dan block sale 20%.

“Karena situasi ekonomi yang belum kondusif, ditambah ajang Pemilu dan Pemilihan Presiden di 2019, kami akan konservatif dan melangkah dengan hati-hati tahun depan. Kami perkirakan setelah Pilpres, pasar properti akan kembali bergairah,” kata David Partono yang mengatakan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) BKSL mencapai Rp500 miliar di 2019.

Strategi Pemasaran
Sementara itu, Kelvin Octavianus, Associate Director Sales & Marketing Sentul City menjelaskan, beberapa strategi pemasaran akan dilakukan untuk mendulang laba di 2019. 

“Selain konsentrasi memasarkan produk-produk yang masih ada, kami juga fokus menargetkan konsumen end-user.  Bila pembelinya kebanyakan investor, kawasan ini tidak akan hidup dan itu tidak bagus sebagai investasi,” jelasnya, menjawab pertanyaan RumahHokie.com.

Baca Juga: Selamatkan Jakarta, Sebaiknya Pusat Pemerintahan Dipindah ke Jonggol

Di samping itu, imbuh Kelvin, mayoritas pembeli hunian di Sentul City adalah Generasi Milenial dan Generasi X dengan usia 36 – 45 tahun. Membidik ceruk pasar tersebut, Kelvin akan memperkuat promosi via media sosial—yang makin hari makin signifikan pengaruhnya—namun tetap melakukan penjualan lewat jalur konvensional seperti pameran dan roadshow.

“Fasilitas juga menjadi nilai tambah bagi sebuah proyek, terutama proyek berskala besar seperti Sentul City. Semakin banyak fasilitas, semakin menarik bagi orang-orang untuk tinggal,” katanya.

Baca Juga: Hunian Ibukota Akan Berkembang ke Kawasan Jabotabekjur

Kelvin mengatakan, Sentul City memiliki fasilitas lengkap di dalam kawasan maupun di luar kawasan, seperti AEON Mall yang akan beroperasi pada kuartal-III 2019, rumah sakit, Universitas Trisakti, lapangan golf, pasar bersih, beberapa tempat wisata dan kawasan kuliner.

“Sentul City memiliki unique selling point, yaitu memiliki land bank yang besar, kawasan hijau yang luas, serta harga properti yang bersaing,” tutup Kelvin.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda