Sepanjang 2017, Penjualan Apartemen di Jakarta Alami Fase Penurunan

Apartemen Kalibata-RumahHokie.com
Ilustras hunian vertikal di Jakarta. (Foto: dok. RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Tingkat penjualan apartemen strata di Jakarta sepanjang periode tahun 2017 mengalami pelemahan. Fase menurunnya pasar hunian vertikal tersebut sejalan dengan laju perkembangan properti Tanah Air yang kurang memuaskan.

Berdasarkan data yang dirilis konsultan properti Savills Indonesia, menyebutkan penjualan apartemen di Jakarta sepanjang periode tahun 2017 hanya mencapai 6.000 unit. Apabila dibandingkan dengan penjualan di tahun 2016 yang mencapai lebih dari 10.000 unit, terjadi penurunan sekitar 40%.

Baca Juga: Pertumbuhan Harga Sewa Gedung Perkantoran Non CBD Masih Melemah

Dalam pemaparannya, Anton Sitorus, Head of Research Savills Indonesia menjelaskan kondisi tak memuaskan tersebut dipicu oleh harga apartemen di Jakarta yang tergolong sudah terlalu mahal, sehingga banyak konsumen beralih untuk membeli properti di pinggiran Ibukota.

Selain itu, faktor rendahnya penyerapan pasar apartemen di Jakarta sepanjang tahun ini juga dipengaruhi oleh menurunnya peluncuran proyek-proyek baru dibandingkan tahun lalu.

Savills Indonesia mencatat, sampai akhir tahun 2017 pasokan apartemen baru di wilayah Ibukota yang diluncurkan hanya berjumlah 12.900 unit.

“Kalau dilihat dari segi distribusi, lokasi yang menjadi favorit berdirinya apartemen strata di Jakarta saat ini adalah wilayah Jakarta Barat. Hal itu mungkin karena ketersediaan lahan
dan pangsa pasar di wilayah tersebut yang terbilang cukup besar,” ujar Anton Sitorus.

Baca Juga: Infrastruktur Diharapkan Jadi Faktor Penolong Iklim Investasi di Indonesia

Lebih lanjut Anton menjelaskan, warga yang tinggal di kawasan Jakarta Barat, seperti Grogol dan Kebon Jeruk sudah cukup familiar dengan kehidupan di apartemen.

Hal yang berbeda ditunjukan oleh masyarakat yang tinggal di Jakarta Timur. Mereka cenderung lebih memilih rumah tapak ketimbang apartemen strata sebagai hunian.

Jika melihat dari segmentasi, penjualan apartemen strata sepanjang 2017 didominasi oleh kelas Upper-midlle dengan angka sales rate-nya mencapai sekitar 80%.

Disusul kemudian oleh apartemen strata dengan segmen Upper yang berada di angka 75%. Sedangkan untuk tingkat penjualan hunian vertikal untuk kelas High End mencapai sekitar 62%.

Anton memperkirakan kondisi jumlah pasokan apartemen baru di Jakarta di tahun 2018 hingga tahun 2021 mendatang akan bertambah 70.000 unit lagi.

“Dengan kondisi harga yang semakin mahal, maka prospek pasar apartemen di Jakarta pada periode tahun depan diperkirakan masih akan menurun,” pungkasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda