Seperempat Ruang Perkantoran Asia Tenggara Akan Dikuasai Perusahaan Teknologi

JLL memperkirakan banyak perusahaan teknologi akan menjadi kelompok utama yang menempati perkantoran di kawasan Asia Tenggara.

Ruang Perkantoran Asia Tenggara
Ilustrasi gedung perkantoran. (Foto : Adhitya Putra - RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Konsultan properti global, Jones Lang Lasalle (JLL), memprediksi bahwa perusahaan-perusahaan teknologi di Asia Tenggara akan mendorong angka hunian gedung perkantoran hingga mencapai 25% dari volume bruto tahunan.

Tren itu terjadi seiring pertumbuhan perekonomian online di kawasan tersebut yang semakin bergerak cepat. Dalam laporannya, JLL memperkirakan banyak perusahaan teknologi akan menjadi kelompok utama yang menempati perkantoran di kawasan Asia Tenggara.

Mereka juga menjadi penyewa paling awal untuk melakukan pra-komitmen terhadap bangunan baru apabila dibanding dengan tiga tahun lalu.

Baca Juga: JLL: Volume Investasi Properti di Asia Pasifik Capai Rekor USD81 Miliar

Okupansi gedung perkantoran akan segera didominasi oleh sektor teknologi yang tumbuh pesat di kota-kota di negara Asia Tenggara, seperti Jakarta, Bangkok, Manila, dan Ho Chi Minh City.

“Tahun lalu, sektor teknologi menarik lebih dari USD6 miliar dalam pendanaan. Pertumbuhan industri ini akan berkontribusi secara signifikan terhadap volume sewa kantor di masa depan. Kami perkirakan akan meningkat sebesar 6% setiap tahunnya,” jelas Regina Lim, Head of Capital Market Southeast Asia Research, JLL, seperti dilansir dari siaran pers, Kamis (13/09/2018).

Menurut Regina, dalam satu dekade terakhir, banyak perusahaan berbasis teknologi dan perusahaan e-commerce mengembangkan keberadaan mereka secara cepat di wilayah
Asia tenggara.

Perusahaan teknologi global terbesar, termasuk Alibaba, Facebook, Google, dan Sea, saat ini masing-masing menempati total 20.000 sqm hingga 50.000 sqm yang tersebar di tiga hingga lima kota.

Baca Juga: Asia Pasifik Dianggap Maju Pesat dalam Transparansi Real Estate

Permintaan perkantoran bertumbuh cepat di negara berkembang
Laporan yang dirilis oleh JLL Asia Pasifik juga menyebutkan, selain gedung perkantoran konvensional, keberadaan co-working space turut berkontribusi pada permintaan ruang kantor di wilayah Asia Tenggara.

Mereka melihat permintaan ruang kerja fleksibel telah naik sekitar 40% per tahun dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

“Menurut kami dalam satu dekade mendatang, perusahaan e-commerce akan terus bertumbuh, bersama dengan ruang kerja fleksibel dan co-working space,” tutur Regina.

JLL menilai ketika perusahaan e-commerce menyebarkan jejak mereka, industri game dan platform e-sports dapat menjadi penggerak berikutnya untuk hunian perkantoran di Asia Tenggara.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda