Service for Commission: Layakkah untuk Jualan Properti?

Bila ada gaji dan komisi, kerja biasanya bakal lebih getol. Gaji buat jaminan menyambung hidup, komisi buat jaminan kesenangan.

RumahHokie.com – Bila ada gaji dan komisi, kerja biasanya bakal lebih getol. Gaji buat jaminan menyambung hidup, komisi buat jaminan kesenangan.

Di London, mau coba sepatu, pramuniaganya jongkok masangin ke kaki kita sambil memberi pendapat. Must sell karena dia ada target dan pakai commission base.

Di Matahari, pramuniaga cuma nonton kita masang sendiri dan memandang tanpa ekspresi. No service. Ngapain heboh-heboh sampai jongkok segala. Jualan atau nggak laku emang gua pikirin? Ini beda kultur, Bro!

Baca Juga: Trik Hebat Jual Properti dalam Waktu Singkat

Marketing properti kalau pakai kombinasi gaji dan komisi, asal rumusnya keren, mereka bakal kebut. Tapi kalau gajinya gede, mereka mirip sales sepatu. EGP!

Jadi, komisinya yang kudu gede. Sudah nggak musim komisi under 1%. Developer sudah rata-rata kasih 1,25% untuk closing awal. Tambah pinter, naik. Jualan banyak, ke Vietnam. Tapi kagak jualan, buang ke sawah!

Kalo Anda punya sales manager, maka mereka dapat Over Riding (OR) progressive dari total sales. Bisa cair bulanan, bisa kuartal, yang penting konsumen sudah lunas 20% – 30%.

Amrik sekarang komisi sudah naik lagi ke 4% – 5% (normalnya 7% – 8%. Di Afsel 8% tapi bisa nego dan bayar komisi cash agar tidak dimonitor di rekening).

Sayangnya, bisnis properti tidak ngikutin hospitality hotel. Ketemu orang, kasih senyum dan wajahnya tulus. Kalau ramah, boleh kasih tip.

Kenapa tukang parkir nggak bisa senyum karena di punggung bajunya ditulis “No tipping”, nggak boleh kasih tip.

Walah, tip dengan sogok itu beda. Tip itu service excellence, sogok itu service with challenge.

Kalo pungli nggak ada di properti. Yang ada Pungky, gadis sales yang nggak pernah closing tapi HP ganti terus.

Dia “dibimbing” langsung oleh bos. Ya betul. Dibimbing tangannya karena lantainya licin.

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda