Sharp Umumkan Teknologi Plasmacluster Mampu Kurangi Risiko TBC

Menggandeng National Tuberculosis and Lung Disease, penelitian dilakukan dengan menempatkan perangkat ion Plasmacluster di rumah sakit di Georgia.

Sharp-plasmacluster-TBC-Karawang-Rumahhokie-by-Anto-Erawan

RumahHokie.com (Karawang) – Bertempat di Karawang International Industrial City (KIIC), PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) mengumumkan teknologi Plasmacluster efektif untuk menurunkan risiko penularan tuberkulosis (TBC). Hal ini dibuktikan melalui riset yang dilakukan Sharp Corporation dengan WHO Global Health Workforce Alliance, National Tuberculosis and Lung Disease di Tbilisi, Georgia.

Penelitian dilakukan dengan menempatkan perangkat ion Plasmacluster di ruangan rumah sakit TBC di Georgia, dimana konsentrasi semburan ion dijaga pada kisaran 100.000/cm3.

Nestani Tukvadze, Director of Clinical Research di National Center of Tuberculosis and Lung Diseases, Georgia menerangkan, sebanyak 88 petugas kesehatan diuji dengan menggunakan QuantiFERON-TB Gold In-Tube (QFT). Sebanyak 32 pekerja kesehatan yang tidak memiliki bakteri TBC diuji lagi setelah 6-8 bulan dengan mengggunakan uji QFT.

Plasmacluster-ion-generator-100000cm3-rumahhokie-anto-erawan“Hasilnya, petugas kesehatan yang berada dalam kawasan perangkat ion Plasmacluster 100.000/cm3 mengalami penurunan risiko terkena infeksi TBC laten sebesar 75% dibandingkan dengan mereka yang tidak berada dalam lingkungan perangkat ion Plasmacluster,” jelas Nestani Tukvadze, melalui teleconference dari Tokyo, Jepang.

Pada kesempatan yang sama, Zaza Avaliani, Direktur National Center for TBC & Lung Diseases mengungkapkan, Global Tuberculosis Report yang dirilis 2015 lalu mencatat, sepanjang 2014 terdapat 9,6 juta kasus TBC baru.

Dari angka tersebut, sebanyak satu juta anak terinfeksi dan 140.000 di antaranya meninggal. Secara total, 1,5 juta meninggal akibat TBC di 2014 dimana 95% berada di negara berkembang.

Indonesia Negara Penting
Fumihiro Irie, Presiden Direktur PT SEID mengatakan, sejak dirilis pada 2000 lalu, teknologi Plasmacluster selalu dikembangkan. Selain mampu menonaktifkan bakteri, virus, dan jamur, teknologi ini juga terbukti mampu melumpuhkan virus flu burung.

“Pada penelitian yang dilakukan di Georgia terbukti bahwa ion Plasmacluster memiliki efek untuk mengurangi risiko infeksi tuberkulosis. Indonesia merupakan negara penting dalam penelitian ini, karena menjadi negara dengan penderita TBC terbesar kedua di dunia setelah India,” imbuh Irie.

Plasmacluster merupakan teknologggi pemurnian udara milik Sharp yang bekerja dengan mengembuskan ion hidrogen (+) dan oksigen (-) yang akan dikelilingi oleh molekul air dan bergerak diudara ada kondisi stabil.

Plasmacluster mampu membuat ion positif dan negatif dalam udara secara aktif, bereaksi saat menempel pada permukaan virus, bakteri, dan jamur, lalu berubah menjadi hidroksil (OH-) dan dengan cepat menarik hidroen (H+) dan kembali menjadi uap air (H2O) di udara sehingga berbagai mikroba tersebut menjadi non-aktif.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda