Signify Aplikasikan Teknologi Pencahayaan Baru di Masjid Raya Padang

Melalui Color Kinetics, Signify memberi efek pencahayaan dinamis, sehingga menciptakan penampilan Masjid Raya di Padang, Sumatera Barat yang menarik.

Signify Indonesia, Masjid Raya Sumatera Barat, lampu LED
(Foto: dok. Signify Indonesia)

RumahHokie.com (Padang) – Signify, perusahaan pencahayaan global, telah memberikan tampilan baru untuk Masjid Raya di Padang, Sumatera Barat. Dengan menggunakan sistem kontrol Color Kinetics, pencahayaan di masjid dapat dengan mudah diubah sesuai kebutuhan.

Dalam keterangan pers yang dilansir Kamis (16/05/2019), Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia, menjelaskan pihaknya ingin membantu dalam pelestarian bangunan masjid di Sumatera Barat.

“Kami ingin melestarikan dan menyoroti nuansa spiritual dan tradisional masjid. Dengan menggunakan pencahayaan, dapat menekankan bentuk unik atap serta detail eksterior maupun menciptakan suasana yang nyaman pada interior,” ujarnya.

Baca Juga: Interact Landmark Signify Ubah Tampilan Dua Ikon Jembatan di Indonesia

Rami mengatakan dengan hadirnya teknologi Color Kinetics, tim manajemen masjid dapat dengan mudah mengubah skema pencahayaan untuk menekankan detail arsitektur atau pun menampilkan suasana keseluruhan di sekitar masjid.

Dia menerangkan, pada area aula utama, pencahayaan menggunakan lampu LED fungsional Vaya Flood MP RGB dan FlexAccent Track.

“Lamput tersebut diprogram untuk menerangi ruangan dengan warna matahari terbenam saat salat Magrib. Ketika waktu salat Isya, pencahayaan akan berubah menjadi warna biru langit malam. Sedangkan pada bagian fasad, lampu eksterior Vaya Flood MP RGB dirancang untuk menyoroti ukiran motif tradisional,” papar Rami Hajjar.

Baca Juga: Melalui ‘City of Light’, Signify Kenalkan Inovasi Sistem Pencahayaan Internet of Things

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Karimis, seorang pejabat senior di manajemen Masjid Raya Padang, mengatakan tempat ibadah ini tergolong ramai dikunjungi.

“Banyak orang datang kemari tidak hanya untuk salat, tetapi juga untuk berpartisipasi dalam banyak kegiatan keagamaan yang diadakan disini, baik sebelum fajar, maupun di siang atau malam hari,” katanya.

Menurut Karimis, dengan tata pencahayaan yang lama, para jama’ah sering mengeluh merasa panas di dalam masjid.

Baca Juga: Signify Lakukan Uji Coba Teknologi Pencahayaan Berbasis LiFi

Namun, sejak diberikan pencahayaan Philips, sekarang terasa lebih nyaman di dalam. Selain itu, konsumsi energi Masjid Raya Sumatera Barat ini dapat berukurang, dari 34.000 watt menjadi hanya 7.000 watt.

Dibangun di atas lahan empat hektar, Masjid Raya ini adalah masjid terbesar di Sumatera Barat, yang mampu menampung 20.000 jama’ah untuk salat pada waktu bersamaan.

Masjid Raya Padang dirancang oleh arsitek pemenang penghargaan Rizal Muslimin. Uniknya, masjid ini tidak memiliki kubah seperti masjid pada umumnya. Sang arsitek, menggunakan atap lengkung sebagai interpretasi kontemporer dari arsitektur Minang.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda