Sinar Mas Land Perkuat Bisnis Properti dengan Teknologi Digital

Untuk mengembangkan "kota masa depan" beberapa terobosan dilakukan Sinar Mas Land. Salah satunya dengan menggunakan teknologi digital.

Digital Hub BSD City - advertorial - rendering - rumahhokie - dok2
Digital Hub BSD City (Foto: Dok. Sinar Mas Land)

RumahHokie.com (Jakarta) – Memasuki era teknologi informasi dan digitalisasi bisnis, Sinar Mas Land mulai mengubah strategi. Pengembang properti ini meyakini teknologi digital bakal membuat perusahaan lebih kompetitif dalam menyuguhkan produk maupun pelayanan. Selain itu, tingkat efisiensi pun ditengarai akan meningkat, sehingga profit perusahaan akan naik.

Sebagai satu dari sedikit pengembang properti yang “melek teknologi”,  beberapa terobosan di sisi teknologi dilakukan Sinar Mas Land yang membuatnya makin dilirik konsumen, sekaligus mendapat apresiasi dari stakeholder properti Tanah Air dan mancanegara.

Konsep Digital Hub
Sinar Mas Land telah memulai transformasi BSD City menjadi integrated smart digital city sejak 2014. Selanjutnya pada 2016 lalu diluncurkan kawasan Digital Hub di kota mandiri tersebut.

Berada di selatan Green Office Park dengan lahan seluas 25,86 hektar, proyek yang menelan investasi sebesar Rp3 triliun ini rencananya akan mulai dibangun pada kuartal kedua 2017 ini.

Baca Juga: Presiden Berbincang Seputar Progres Digital Hub BSD City

Digital Hub memiliki infrastruktur teknologi, fasilitas lengkap, serta berlokasi strategis, dan multiakses. Kawasan yang digadang sebagai ‘Silicon Valley Indonesia’ ini diperuntukkan untuk menunjang aktivitas perusahaan teknologi dan digital, mulai dari start up company, technology leaders, hingga institusi pendidikan yang bergerak di bidang IT Science .

“Digital Hub menjadi bagian dari target utama untuk menjadikan BSD City sebagai pionir Integrated Smart Digital City di Tanah Air,” kata Michael Widjaja, Group CEO Sinar Mas Land.

Sementara itu, Irvan Yasni, Chief Technology Officer Sinar Mas Land memaparkan, Digital Hub akan diperkaya dengan pengembangan produk mixed-use yang meliputi infrastruktur bisnis, ritel, dan lifestyle.

Baca Juga: Angkat Konsep Eco-Apartment, Sinar Mas Land Perkenalkan Southgate

“Hal ini merupakan salah satu langkah BSD City sebagai kota masa depan yang dibangun dengan teknologi komunikasi, seiring kemunculan tren teknologi digital dan perubahan pola kehidupan masyarakat yang membutuhkan implementasi pelayanan berbasis ICT (Information Communications Technology),” tutur Irvan.

Pengembangan integrated smart digital city dimulai dengan menghadirkan aplikasi mobile “OneSmile App” yang mampu menyediakan layanan e-Wallet, Community Platform, Loyalty Programs, Business Performance Management Solutions. Di samping itu, para penghuni dapat melakukan pembayaran tagihan air, Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), melihat jadwal transportasi dan kondisi lalu lintas, membeli tiket, belanja, hingga pesanan makanan dari restoran di area BSD City.

Pemasaran Gunakan Media Daring
Tak hanya konsep kawasan, Sinar Mas Land juga mulai melirik pemasaran menggunakan media online. Kendati demikian, marketing dan branding melalui media daring tak bisa sembarangan.

Ishak Chandra, CEO Strategic Development and Services Sinar Mas Land mengatakan, penggunaan media daring untuk memasarkan properti harus melihat siapa target market yang disasar.

“Kalau targetnya generasi milenial atau Y Generation, bisa menggunakan media online. Kalau targetnya X Generation apalagi Baby Boomer, masih belum banyak yang menggunakan media online,” tutur Ishak.

Baca Juga: BSD City Tawarkan “Rahasia Kebahagiaan” di Cluster Terbaru

Saat generasi Baby Boomer dan Generasi X mulai tidak produktif, imbuhnya, Generasi Y akan memasuki usia produktif dan memiliki buying power yang tinggi.

Ditambah dengan kelas menengah (middle class) yang naik dengan sangat cepat, kata Ishak, maka cepat atau lambat media online akan akan menggantikan media konvensional.

“Saya rasa media online akan menggantikan media konvensional dalam lima sampai 10 tahun ke depan. Sinar Mas Land sendiri sudah harus lari ke sini (online),” papar Ishak yang mengatakan perbandingan promosi online dengan konvensional Sinar Mas Land saat ini sekitar 50:50.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda