Skema Subsidi Selisih Bunga 2017 Sudah Dapat Dijalankan

Skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) dapat dijalankan lebih dahulu dibandingkan KPR Sejahtera FLPP, karena penerbitan DIPA lebih cepat.

Foto: RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) dapat dijalankan terlebih dahulu dibandingkan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP).

Demikian penuturan Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Maurin Sitorus.

Menurut Maurin, SSB bisa dijalankan lebih dahulu karena penerbitan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) KPR Sejahtera FLPP lebih lama daripada SSB.

“Untuk Konversi dari KPR Sejahtera FLPP ke SSB sudah dirapatkan di kantor Wakil Presiden.  Berdasarkan arahan dari Wakil Presiden, konversi ini didasarkan pada UU APBNP (Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan),” jelas Maurin.

Baca Juga: 2017, Subsidi Bantuan Uang Muka Rumah Ditargetkan 550.000 Unit

Berdasarkan keterangan tersebut, Maurin mengatakan SSB sekarang sudah berjalan dan masyarakat bisa mendapatkan rumah dengan bantuan pembiayaan perumahan melalui SSB.

“Meskipun SSB bisa dijalankan lebih dahulu, tetapi kalau bisa sedapat mungkin KPR Sejahtera FLPP bisa mengurangi SSB. Hal ini untuk mengurangi beban fiskal,” jelas Maurin.

Anggaran Rp240 Miliar
Terkait dengan Bantuan Pembiayaan Perumahan bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), Pemerintah dalam hal ini Ditjen Pembiayaan Perumahan memiliki beberapa skema bantuan pembiayaan perumahan, antara lain skema KPR Sejahtera FLPP, kemudian skema bantuan pembiayaan KPR Sejahtera SSB.

Selain itu, pemerintah juga memberikan Bantuan Uang Muka (BUM) untuk MBR. Khusus untuk BUM diberikan untuk pembelian rumah tapak bersubsidi.

Baca Juga: Kementerian PUPR dan REI Bahas Sejuta Rumah dan Hunian Berimbang

Dari total alokasi anggaran Kementerian PUPR sebesar Rp101,496 triliun, Ditjen Pembiayaan Perumahan memeroleh anggaran sebesar Rp240 miliar.

Anggaran tersebut dipergunakan untuk membantu pembangunan rumah umum yang terdiri dari rumah tapak dan rusunami melalui KPR FLPP sebanyak 120.000 unit, Prasarana dan Sarana Umum (PSU) untuk perumahan MBR sebanyak 14.000 unit, serta subsidi selisih bunga sebanyak 225.000 unit.

Pada kesempatan tersebut Maurin juga mengajak seluruh Pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dan Bapertarum-PNS untuk mendukung Program Sejuta Rumah.

“Kita harus mendukung program sejuta rumah dan harus tetap optimis. Program Sejuta Rumah merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang dapat mengurangi kesenjangan infrastruktur secara efektif untuk masyarakat,” jelas Maurin.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda