SPS Group dan BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Program Rumah Pekerja

Perumahan bagi pekerja merupakan salah satu program dari BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung Program Sejuta Rumah yang dibesut pemerintah.

sosialisasi-rumah-pekerja-sps-group-bpjs-ketenagakerjaan-anto-erawan-rumahhokie-dok
Talkshow Sosialisasi Program Rumah Pekerja (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Bekasi) – Untuk mengejar target pembangunan dan pencapaian penjualan, PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mensosialisasikan program rumah pekerja di kawasan Jababeka, Jumat (21/9/2018). Acara ini dihadiri oleh ratusan pekerja yang tergabung dalam beberapa asosiasi serikat pekerja di kawasan Cikarang dan sekitarnya.

“Sosialisasi ini dilakukan agar para pekerja memahami adanya program fasilitas kepemilkan rumah untuk para anggota BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Asmat Amin, Managing Director SPS Group.

Baca Juga: SPS Group Pasarkan Empat Perumahan Murah di Timur Jakarta

Selain itu, imbuh Asmat Amin, perumahan bagi pekerja ini merupakan salah satu program dari BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung Program Sejuta Rumah dari pemerintah.

“Memperkecil angka bocklog rumah bukanlah perkara mudah. Karenanya, seluruh stakeholder harus bahu membahu membantu merealisasikan Program Sejuta Rumah. Untuk itu, SPS Group hingga kini masih tetap berkomitmen membangun hunian terjangkau bagi MBR,” kata Asmat.

Baca Juga: Begini Caranya, Agar Pengembang Tertarik Membangun Rumah Subsidi

Untuk mendukung ketersediaan rumah pekerja, BPJS Ketenagakerjaan akan mengalokasikan dana ke bank pemerintah untuk menyalurkan tiga macam pinjaman dengan bunga menarik bagi pekerja Indonesia, di antaranya Uang Muka Perumahan KPR dan Renovasi rumah.

Untuk para pengembang yang membangun perumahan sesuai kriteria yang telah ditetapkan BPJS Ketenagakerjaan, akan diberi kredit konstruksi dengan bunga menarik.

Target 5.000 Unit Rumah
Sementara itu, Rudy Prayitno, Sekretaris Jenderal KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) yang menjadi salah satu penggagas Program Rumah Pekerja menjelaskan, ada sekitar 240 ribu pekerja yang bekerja di kawasan Cikarang dengan gaji di atas Rp3 juta.

“Ada sekitar 100 perusahaan yang memiliki serikat pekerja dengan anggota berkisar 120 ribu orang,” ungkap Rudy kepada awak media.

Baca Juga: Harusnya Pemerintah Merevisi Patokan Harga Rumah MBR

Lebih lanjut dia menggatakan, Program Rumah Pekerja ini merupakan yang pertama kali diadakan. Program ini khusus bagi pekerja. Syaratnya, mereka harus punya kartu BPJS Ketenagakerjaan.

“Program ini memudahkan konsumen, salah satunya dengan uang muka hanya 1%. Jadi, dengan harga rumah Rp148 juta, pekerja cukup membayar uang muka Rp1.480.000,” jelas Rudy yang menargetkan sebanyak 5.000 unit rumah akan terserap pekerja hingga Desember 2018.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

 

 

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda