Strategi Investasi Properti (Bagian 2): Lokasi yang Prospektif

Properti memiliki sifat immobility. Dengan demikian, prospek, nilai, dan masa depan properti ditentukan oleh lokasi tersebut.

kawasan-perkantoran-thamrin-jakarta-rumahhokie-xiaomi-by-anto-erawan
Kawasan Perkantoran CBD Jakarta (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kesuksesan investasi properti tergantung pada tiga hal: “lokasi, lokasi, dan lokasi”. Hal ini menjadi pegangan semua pebisnis dan investor sektor riil ini.

Mengapa demikian? Produk properti memiliki sifat immobility (tidak bisa bergerak). Dengan demikian, yang menentukan prospek, nilai, dan masa depan properti tersebut adalah lokasi di mana properti tersebut berada.

Baca Juga: Strategi Investasi Properti (Bagian 1): Waktu yang Tepat

Jika lokasi prospektif (memiliki infrastruktur yang baik, dekat dengan berbagai fasilitas umum, dan lain-lain), maka potensi kenaikan harga properti (capital gain) tersebut juga akan semakin tinggi.

Ciri pertama dari lokasi prospektif adalah arus masuk ke lokasi lebih besar dari arus ke luar. Artinya, secara demografi kawasan itu masih menjadi tujuan arus manusia, yang otomatis juga menjadi arus barang.

Dengan kata lain, lokasi tersebut menjadi salah satu pilihan tempat bagi banyak manusia untuk menggantungkan hidup.

Beberapa Kawasan Prospektif
Tidak hanya lokasi, akses yang baik dengan pusat kota (city center) pun bisa membuat sebuah kawasan menjadi prospektif. Pusat kota adalah area dimana banyak terjadi aktivitas perkotaan (urban activities), seperti area CBD (central business district), kawasan perdagangan, kawasan bisnis, dan kawasan hiburan.

Pusat kota—sesuai namanya—harus selalu dekat dengan ibukota. Namun, di dalam sebuah pusat kota, bisa saja terdapat lebih dari satu pusat pertumbuhan (growth center).

Kawasan bisnis (business area) adalah sebuah wilayah di mana banyak terjadi aktivitas yang mengutamakan jasa (service).

Kawasan perdagangan (trade area) adalah kawasan di mana banyak terjadi aktivitas jual-beli barang ritel.

Sementara itu, kawasan hiburan (entertainment area) merupakan sebuah kawasan yang menyediakan banyak hiburan untuk menghabiskan waktu luang (leisure and pleasure).

Baca Juga: Strategi Investasi Properti (Bagian 3): Pembiayaan yang Cerdas

Kawasan propektif biasanya dekat dengan CBD atau growth center. Ciri area CBD adalah banyak terjadi aktivitas terkait “FIRE” (finance and banking, insurance, dan real estate).

Growth center adalah area dimana banyak terjadi aktivitas komersial, seperti shopping mall, trade center; kawasan yang memiliki banyak hotel; kawasan dengan toko-toko ritel; serta kawasan dengan kantor-kantor cabang bank.

Kendati demikian, sebuah growth center atau pusat pertumbuhan bisa terdapat di mana saja, tidak harus dekat dengan pusat kota.

Daerah Pilihan
Properti berkembang seperti sebuah kota, yakni berbentuk lingkaran yang semakin lama semakin membesar. Kawasan CBD dan growth center memerlukan daerah penyangga untuk menunjang kegiatan ekonomi di sana. Contohnya, karyawan yang bekerja di CBD biasanya mencari tempat tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Selain memerhatikan lokasi, ketahui pula kawasan-kawasan pilihan, seperti area CBD, kawasan ekspatriat, pecinan, dan sekitar kampus. Anda juga bisa memilih lokasi yang masuk dalam kategori sunrise property yang menawarkan pertumbuhan gain signifikan.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda