Sutedja Sidarta Darmono: Ke Depan, Timur Jakarta Akan Sangat Hebat

Melihat indikator dan potensi yang ada, dalam sepuluh tahun ke depan, kawasan Timur Jakarta diyakini bakal bersaing, bahkan melebihi wilayah Barat Jakarta.

Sutedja-Sidarta-Darmono-jababeka-residence-timur-jakarta-rumahhokie-dok
Sutedja Sidarta Darmono, Presiden Direktur Jababeka Residence (Foto: Dok. Jababeka)

RumahHokie.com (Bekasi) – Kawasan Timur Jakarta bakal makin ranum dengan kehadiran beragam infrastruktur anyar. Bahkan, potensi properti di wilayah ini diprediksi akan lebih menarik dibanding wilayah lain di sekitar Ibukota Jakarta.

Sutedja Sidarta Darmono, Presiden Direktur Jababeka Residence mengatakan, kawasan Timur Jakarta memiliki banyak sekali kelebihan dibanding wilayah lain. Pertama, pembangunan infrastruktur yang sangat masif. Kedua potensi wilayah yang memiliki ekosistem kawasan industri yang merupakan pusat manufakturing terbesar di Indonesia dengan daya ekspor besar.

Baca Juga: Potensi Investasi Kawasan Timur Jakarta di Mata Broker Properti

“Belum lagi banyaknya jumlah pengembang yang ‘bermain’ di kawasan Timur Jakarta ini. Ini yang belum banyak orang tahu. Bisa juga orang tahu, tetapi tidak terlalu memerhatikan,” jelas Sutedja Sidarta Darmono saat dijumpai RumahHokie.com.

Sutedja mengungkapkan, hampir semua pengembang yang ada di Barat Jakarta juga memiliki proyek di Timur Jakarta, ini salah satu penyebab mengapa jumlah pengembang di Timur Jakarta lebih banyak—dia menghitung lebih dari sepuluh pengembang besar.

“Saat ini, di Timur Jakarta pengembang sudah masuk dan berlomba mengembangkan kawasan ini. Dengan pembangunan infrastruktur, dampaknya akan sangat eksponensial. Jadi, perkembangan di Timur Jakarta ke depan akan sangat hebat,” katanya.

Sinergi Antarpengembang
Sutedja mengungkapkan, pengembang-pengembang di Timur Jakarta sebenarnya mempunyai tujuan yang sama, yaitu memajukan kawasan ini. Itu sebabnya, para pengembang di kawasan ini tengah membangun sinergi.

Menurutnya, banyak yang bisa didapatkan dari sinergi tersebut. Hal pertama yang akan dibangun adalah sinergi marketing untuk mengangkat kelebihan Timur Jakarta ke permukaan.

“Ada beberapa pengembang yang bergabung (untuk melakukan sinergi) dan prediksi saya akan ada banyak lagi yang bergabung. Jadi, sinergi ini untuk semua, bukan hanya satu atau dua pengembang,” imbuhnya.

Baca Juga: Survei RumahHokie.com: Bekasi Jadi Lokasi Pilihan Konsumen Properti

Sutedja menjelaskan, sinergi antar-pengembang sebenarnya telah terlihat dari integrasi di beberapa kawasan pengembangan. Misalnya, Jababeka dan Lippo Cikarang membuat exit toll bersama di KM34 Tol Cikampek (exit toll Cibatu).

“Exit toll ini merupakan hasil kolaborasi fifty-fifty antara Lippo Cikarang dengan Jababeka. Di sini kami membuat interchange yang menghubungkan Jababeka dengan Lippo Cikarang. Selain itu, ada koneksi baru antara Lippo Cikarang dengan Deltamas, bahkan nanti akan terkoneksi juga dengan kawasan MM2100. Antar kawasan terbangun konektivitas sedemikian rupa dan ini akan terus berkembang, tidak hanya jalan, tetapi juga moda transportasi,” ungkap Sutedja.

Dampak Infrastruktur Bagi Properti
Masifnya pembangunan infrastruktur di Timur Jakarta menurut Sutedja memiliki dampak positif bagi sektor properti. Pasalnya, pembangunan infrastruktur berimbas pada kenaikan nilai properti dan membuka peluang dikembangkannya proyek properti baru.

“Di sini setidaknya ada sepuluh infrastruktur baru, bahkan lebih. Sebut saja LRT, MRT, double-double track (Manggarai – Bekasi), kereta cepat Jakarta Bandung, elevated toll road, JORR 2, Tol Cikampek Selatan, Bandara Kertajati, Patimban Seaport, dan Tol Becakayu. Belum lagi CBL (Cibitung Bekasi Laut) yang akan mencapai pantai utara. Jadi banyak sekali. Ini yang saya pikir perlu orang-orang ketahui,” paparnya.

Baca Juga: Tuti Mugiastuti: Potensi Properti Bekasi Kian Menawan Hati

Kendati demikian, urai Sutedja, para pengembang perlu mencermati kenaikan harga yang terjadi saat infrastruktur-infrastruktur tersebut rampung dan beroperasi.

“Kita seharusnya belajar dari Barat Jakarta dan daerah lain, dimana kenaikan properti naik bisa 30% sampai 40% setahun. Dengan dukungan infrastruktur yang masif, bisa saja. Tetapi apakah kita akan melakukan hal yang sama? Sudah sepatutnya kita sama-sama belajar bahwa kenaikan harga properti yang terlalu tinggi bisa menyebabkan bubble,” jelasnya.

Sutedja mengatakan para pengembang di Timur Jakarta bisa saja bersinergi dan membuat kesepakatan untuk tidak menaikkan harga properti terlalu tinggi, sehingga lebih sustainable (berkesinambungan).

Bisa Melebihi Barat Jakarta
Melihat indikator dan potensi yang ada, Sutedja meyakini dalam sepuluh tahun ke depan, kawasan Timur Jakarta bakal bersaing, bahkan mungkin melebihi Barat Jakarta.

Optimisme ini bukan tanpa sebab. Dia mencatat ada beberapa kelebihan Timur Jakarta dibanding Barat Jakarta.

Baca Juga: Potensi Investasi Apartemen di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi

“Timur Jakarta punya banyak poin, terutama infratsruktur yang lebih baik. Kemudian, Timur Jakarta merupakan pintu menuju kota-kota besar di Pulau Jawa. Jadi arus dari Jakarta menuju kota-kota besar di Jawa harus melalui Timur Jakarta ini. Begitu pula sebaliknya. Nah, potensi ekonomi akibat dampak trafik ini sangat besar,” pungkasnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda