Tahun Ini, Kementerian ATR/BPN Lakukan Digitalisasi Arsip Pertanahan

Penyelenggaraan e-office dengan sistem arsip modern di Kementerian ATR/BPN adalah suatu keharusan yang harus diwujudkan

e-commerce - properti - real estate - rumahhokie - dok
Foto: Dok. RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Mengikuti pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan melakukan digitalisasi arsip pertanahan.

Dokumen yang dihasilkan oleh Kementerian ATR/BPN sebagian besar adalah produk hukum untuk dapat menjamin kepastian hukum hak atas tanah masyarakat.

Baca Juga: Rangkul BSSN, ATR/BPN Kembangkan Sistem Sertifikat Elektronik

“Untuk itu penyelenggaraan e-office dengan sistem arsip modern di Kementerian ATR/BPN adalah suatu keharusan yang harus diwujudkan,” jelas Himawan Arief Sugoto saat membuka acara Sosialisasi Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas dan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 10 Tahun 2018 tentang Klasifikasi Arsip belum lama ini.

Menurutnya, Kementerian ATR/BPN memiliki kebutuhan untuk mengubah paradigma birokrasi ke arah e-government melalui pembangunan jaringan yang terkoordinasi, kerjasama eksternal dan orientasi pelayanan kepada pelanggan/masyarakat sebagai fokusnya.

Dimulai Tujuh Kantor Pertanahan
Lebih lanjut Himawan mengatakan, perkembangan di era digital begitu cepat, pelayanan publik sudah menuju ke teknologi seperti e-tilang, e-passport, e-ktp, dan lain-lain. Dia mengatakan, pelayanan sertifikat tanah juga sudah menuju ke sana.

“Maka dari itu untuk menuju ke arah sistem digitalisasi, kita harus menyiapkan dokumen manajemen yang baik. Mana mungkin membangun layanan online jika sistemnya masih analog, pasti nanti ada bottlenecking dalam pelaksanaannya,” jelas Himawan.

Baca Juga: Inilah Tujuh Jenis Lahan Sumber Objek Bank Tanah

Untuk itu, lanjutnya, perbaikan sistem arsip dari analog menuju digital akan dilaksanakan kementerian ATR/BPN di tahun ini.

“Saat ini sedang dilakukan kegiatan pengelolaan berupa digitalisasi arsip pada tujuh Kantor Pertanahan sebagai percontohan, yaitu lima Kantor Pertanahan di DKI Jakarta dan dua Kantor Pertanahan di Surabaya,” ungkap Himawan.

Baca Juga: Percepatan Pengukuran Tanah, ATR/BPN Gunakan Peranti Canggih

Dia mengatakan, pengelolaan digitalisasi arsip untuk menciptakan pelayanan publik lebih baik adalah tuntutan dari perubahan zaman.

“Saat ini dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, muncul perusahaan-perusahaan yang tidak punya modal besar tapi dapat menjadi perusahaan besar atau yang kerap disebut startup seperti Go-Jek, AirBNB, Traveloka, dan lain-lain,” pungkas Himawan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda