Tahun Ini Sektor Properti Indonesia Berikan Sinyal Positif

Menurut survei Bank Indonesia, permintaan properti komersial (apartemen) tertinggi terjadi di Semarang, diikuti Makassar.

Indikasi membaiknya sektor properti terlihat dari minat konsumen mulai menyerbu pasar properti.

RumahHokie.com (Jakarta) – Dalam kondisi sektor bisnis seperti saat ini, indeks harga properti komersial masih menunjukkan sinyal positif dan masuk dalam kategori membaik.

Menurut survei yang dilakukan Bank Indonesia, selama kuartal I tahun 2017, nilai jualnya mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 3,04%. Dalam setahun kenaikan pertumbuhannya mencapai 2,70%.

Baca juga: Pelonggaran LTV Salah Satu Upaya Meningkatnya KPR

Kenaikan harga tertinggi selama satu kuartal itu terjadi pada segmen convention hall 4,43%. Secara tahunan, segmen tersebut mengalami peningkatan harga 9,52%.

Dari data yang dilansir, kenaikan harga ini sejalan dengan penyesuaian tarif baru pada setiap awal tahun, khususnya convention hotel.

Data lain yang terurai dalam survei BI kuartal I 2017 ini melaporkan bahwa, indeks pasokan properti komersial selama kuartal pertama mampu bertumbuh hanya 0,58%. Angka tersebut terkesan melambat 0,60% dibandingkan pada kuartal sebelumnya.

Pasokan properti komersial terutama terjadi pada segmen apartemen 3,47% dan perkantoran 1,82%. Perlambatan pertumbuhan pasokan juga terjadi secara tahunan dari 2,12% menjadi 1,95%.

Pertumbuhan pasokan apartemen tertinggi terjadi di Makassar 25,70% sejalan dengan pembangunan apartemen Tamansari Skylounge, dengan segmentasi pasar menengah bawah.

Lokasi proyek tersebut berdekatan dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Bisnis Properti Menggeliat
Tak hanya apartemen, segmen perkantoran juga mencatat kenaikan sebesar 1,82% selama kuartal I, terutama perkantoran strata yang berada di wilayah Jabodetabek sebesar 6,96%.

Secara tahunan, indeks pasokan properti komersial hanya mampu tumbuh 1,95%. Pertumbuhan pasokan itu terjadi pada segmen apartemen 11,18% khususnya apartemen strata dan perkantoran 9,61%.

Pasokan tertinggi terjadi di Denpasar yaitu 55,54%, sementara pasokan perkantoran strata tertinggi terjadi di Surabaya 11,48%.

Indeks permintaan terhadap properti komersial pada kuartal I tahun ini meningkat 0,40%, sedikit lebih tinggi 0,39% dibandingkan pada kuartal sebelumnya.

Permintaan properti komersial tertinggi terjadi di Semarang 1,29% yaitu apartemen sewa, diikuti Makassar 0,84% (apartemen strata).

Pertumbuhan permintaan terhadap properti komersial ini terutama berasal dari segmen apartemen 3,21% dan perkantoran 2,00%. Secara tahunan, permintaan properti komersial meningkat lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, dari 1,52% menjadi 1,54%.

Tumbuhnya permintaan terhadap properti komersial terindikasi dari meningkatnya penyaluran kredit konsumsi sebesar 9,28% selama setahun, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya 8,76%.

Persentase peningkatan kredit ini terutama terjadi dalam bentuk kredit kepemilikan apartemen (KPA), khususnya tipe menengah 3,68%. Sementara penyaluran kredit apartemen tipe kecil dan besar justru mengalami kontraksi, masing-masing tercatat -9,41% dan -0,04% dalam setahun kemarin.

Dalam survei BI kali ini juga mengurai rata-rata tingkat suku bunga KPA. Dengan luas di bawah 21m2 ditawarkan hanya 12,66% pertahun. Untuk tipe menengah 22-70m2 sebesar 11,54% dan tipe besar dengan luas di atas 70m2 hanya 10,62% pertahunnya.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda