Tampilkan Budaya Jawa, Airmas Asri Garap Synthesis Residence Kemang

Konsep Javanese Etnic dipakai untuk 'mewarnai' apartemen strata title yang dibangun di atas lahan seluas dua hektar dengan total 1.188 unit ini.

Main-Lobby-Area-Synthesis-Residence-Kemang-rumahhokie-dok
Lobi utama Synthesis Residence Kemang (Foto: Dok. Synthesis Development)

RumahHokie.com (Jakarta) – Dalam mengembangkan apartemen Synthesis Residence Kemang, PT Synthesis Development menggandeng beberapa perusahaan. Salah satunya adalah konsultan arsitektur Airmas Asri.

Berdiri sejak 1988, Airmas Asri banyak mengembangkan proyek high-rise di Tanah Air hingga mancanegara, seperti di Oman dan Malaysia. Proyek-proyek yang dibangun berupa residensial, perkantoran, dan sebagainya.

Baca Juga: Tawarkan Konsep Hunian Unik, Synthesis Kemang Andalkan RENIK

Project Manager Airmas Asri untuk Synthesis Kemang Residence, Hilman Adi mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan Synthesis Development sebelumnya. Antara lain, dalam pembangunan proyek seperti The Lavande Residence, Kalibata City, hingga proyek monumental Balai Sarbini.

“Saat ini, kami mendapat kepercayaan untuk menangani pembangunan Synthesis Residence Kemang,” ujar Hilman Adi, Kamis (30/11/2017).

Hilman mengatakan, untuk pengerjaan proyek yang berlokasi di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan ini, pihaknya melakukan survei dan analisa secara mendalam terkait lokasi proyek yang dinilai unik dan menantang.

Baca Juga: Gandeng NRC, Synthesis Kemang Janjikan Hunian Nyaman Berkualitas

Salah satunya, imbuhnya, bagian depan lokasi yang langsung bersentuhan dengan jalan besar, namun di saat yang sama ada jalan lebih kecil di samping lokasi.

“Jadi bisa dibilang, proyek ini memiliki dua sisi perwajahan sekaligus, yaitu yang sifatnya public space dan secara bersamaan juga punya private area. Ini jelas menantang secara konsep arsitektur,” tutur Hilman.

Angkat Javanese Etnic
Sementara itu, arsitek Airmas Asri, Gladisena Perantama menjelaskan, dengan lokasi yang unik tersebut, pihaknya memisahkan konsep private yang diterapkan pada dua tower di belakang (Nakula dan Sadewa) dan konsep yang lebih public di tower paling depan (Arjuna).

“Sedangkan untuk tema arsitektur yang dipilih, kami sepakat mengangkat Javanese Etnic untuk ‘mewarnai’ apartemen strata title yang dibangun di atas lahan seluas dua hektar dengan total 1.188 unit ini,” kata pria yang akrab dipanggil Sena ini.

Baca Juga: Synthesis Residence Kemang Tawarkan Keunikan Budaya Indonesia

Pilihan tersebut, kata Sena, didasarkan pada perkembangan dunia arsitektur dalam 10 tahun terakhir yang memang lebih mengedepankan unsur lokal. Hal ini, lanjutnya, juga sesuai dengan suasana di Kemang yang sangat kental nuansa etnik, khususnya etnik Jawa bergaya Keraton Yogyakarta.

“Jadi ini perpaduan yang pas. Kalangan ekspatriat dan calon buyer lain secara keseluruhan sesuai analisa kami juga lebih menyukai unsur-unsur etnik lokal ketimbang nuansa Eropa dan Mediterania,” ungkap Sena.

Baca Juga: Keunikan Synthesis Residence Kemang Terinspirasi Kultur Asli Indonesia

Menurut Sena, bersama developer, pihaknya sepakat membawa proyek ini agar semaksimal mungkin berkontribusi terhadap lingkungan. Hal itu diwujudkan dalam penerapan trotoar yang luas, pemanfaatan lahan untuk ruang terbuka hijau, hingga open space yang bisa dimanfaatkan oleh penghuni maupun masyarakat sekitar.

“Dengan begitu, kami berharap keberadaan Synthesis Residence Kemang nantinya tidak hanya memberi manfaat bagi para pemilik unit di dalamnya, namun juga untuk masyarakat secara keseluruhan,” kata Sena.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda