Tangerang Kuasai Pasokan Apartemen Baru di Jabodetabek

Cushman & Wakefield mencatat, jumlah proyek baru yang diluncurkan turun 1,4%, sementara jumlah proyek yang dibangun turun 1,8% sejak kuartal III-2018.

show unit the parc tower summer - southcity - anto erawan - rumahhokie - dok
Show unit Apartemen The Parc, -SouthCity (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Tercatat sebanyak 16 menara apartemen berhasil dirampungkan di Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) selama kuartal IV-2018.

Selesainya proyek-proyek ini menyumbang 8.014 unit hunian vertikal baru, atau meningkat 3,1% dari total pasokan yang ada dari kuartal sebelumnya. Demikian hasil riset pasar kondominium di Jabodetabek yang dilakukan konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia selama kuartal terakhir 2018.

Baca Juga: Potensi Investasi Apartemen di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi

Di Jakarta Pusat, Tower Emerald Menteng Park menyuplai 479 unit, Anandamaya Residence Tower 2 dan Tower 3 masing-masing menambah 198 unit, sedangkan Anandamaya One memasok 114 unit.

Sementara itu, beberapa proyek apartemen rampung di Jakarta Selatan, yakni Pejaten Park Residence Tower 1 (260 unit), Pakubuwono Spring (545 unit), serta Branz Simatupang South (190 unit) dan North Tower (191 unit).

Baca Juga: 2018, Penjualan Apartemen di Jakarta Tergolong Rendah dalam 10 Tahun Terakhir

Di Tangerang, suplai baru datang dari Tower 2 Marigold @ Nava Park (109 unit) serta Branz BSD North Tower (470 unit), East Tower (326 unit), dan West Tower (456 unit).

Bekasi diwakili The SpringLake View Tower Elodea (856 unit) dan Freesia (743 unit) serta Tower Barclay North dan South di Grand Kamala Lagoon (masing-masing 2021 unit). Sedangkan di Depok hanya satu proyek rampung di periode tersebut, yaitu Green Lake View Depok Tower Alamanda (858 unit).

Pasokan Terbanyak di Tangerang
Kendati demikian, Cushman & Wakefield mencatat, jumlah proyek baru yang diluncurkan turun 1,4%, sementara jumlah proyek yang sedang dibangun turun 1,8% sejak kuartal III-2018. Hal ini disebabkan karena pengembang menunda proyek yang diluncurkan hingga 2019.

Beberapa proyek baru yang diluncurkan di kuartal IV-2018 antara lain The Newton 2 Ciputra World 2 (624 unit) dan Pollux Sky Suites (194 unit) di Jakarta Selatan, Apartemen New Harco Glodok (144 unit) di Jakarta Barat, dan Tamansari Skyhive (571 unit) di Jakarta Timur.

Baca Juga: Apa Sebab Permintaan Apartemen di Jakarta Meningkat?

Di Tangerang, suplai baru datang dari Summer Tower Apartemen The Parc di South City (395 unit), Rainbow Spring CondoVilla Green Tower (80 unit), The Burj Millenia (540 unit), Sky House Alam Sutera (1.855 unit), dan Tower Cattleya Prasada Mahata Serpong (740 unit); sementara Bogor menawarkan Tower Pinnacle di Opus Park (361 unit).

“Permintaan untuk proyek dalam konstruksi terus menurun sebesar 1,9% (YoY) menjadi 55,8%. Demikian pula tingkat kekosongan (vacancy rate) meningkat sebesar 49,9% selama kuartal tersebut,” kata Arief Rahardjo, Direktur Riset Cushman & Wakefield Indonesia dalam laporan yang diterima RumahHokie.com.

Baca Juga: Di Bodetabek, Hunian Vertikal Bersaing Ketat dengan Rumah Tapak

Menurutnya, di sisi harga—baik kondominium yang telah rampung maupun yang belum dibangun—relatif stabil. Harga rata-rata unit di kawasan CBD berada di posisi Rp51.800.000 atau USD3.602 per meter persegi. Angka ini sedikit mengalami pertumbuhan yakni 0,2% sejak kuartal sebelumnya.

Sementara, unit dengan lokasi yang baik harganya Rp45.700.000 atau USD3.178. Harga lebih tinggi 1,1% dari angka kuartal sebelumnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda