Tawarkan Konsep Luxury, Noble House Kejar Tingkat Okupansi

Berdiri di atas lahan 6.527 m2 di kawasan bisnis Mega Kuningan, gedung perkantoran 39 lantai ini memiliki gross area 80.000 m2 dan semi gross 55.000 m2.

RumahHokie.com (Jakarta) – Kendati pasar perkantoran sedang lesu, PT Graha Lestari Internusa terus menggenjot tingkat okupansi di proyeknya: Noble House.

Berdiri di atas lahan 6.527 m2 di kawasan bisnis Mega Kuningan, gedung perkantoran 39 lantai ini memiliki gross area 80.000 m2 dan semi gross 55.000 m2.

Proyek dengan nilai investasi Rp1 triliun ini dibangun pada 2012 dan mulai beroperasi di 2015. Semua unit Noble House disewakan dengan kisaran harga Rp300.000 – Rp380.000 per meter persegi per bulan.

“Saat ini tingkat okupansi mencapai 70%. Perusahaan yang menyewa pun bervariasi, sebanyak 60% perusahaan multinasional dan 40% sisanya perusahaan lokal,” jelas Andrew Kusnadi, Sales & Marketing Manager, PT Graha Lestari Internusa kepada awak media, Kamis (8/12/2016).

Beberapa tenant ternama yang menempati gedung ini, antara lain Rabobank, Estee Lauder, Singtel, Kuehne and Nagel, Blackspace, Schinder Lawfirm, serta restoran Basque de Tapas, Hurricace Grill, Jack Sparrow, dan Toriya by Kinokawa.

Foto Gedung noble house - mega kuningan - rumahhokie - dokAndalkan Kemewahan dan Gaya Hidup
Di 2017, imbuh Andrew, sudah ada beberapa inquiry yang masuk. Dia yakin, dengan tampilan gedung yang berbeda, lebih mewah dan menawarkan life style, Noble House akan diminati konsumen.

Lebih lanjut dia mengatakan, gedung perkantoran ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti ATM, bank, restoran, mushola, dan sistem keamanan lengkap.

Guna mempercantik tampilan lobi utama, Graha Lestari Internusa menggandeng Nikolas Weinstein, seorang seniman asal San Francisco, Amerika Serikat.

“Kami mencoba menampilkan art work yang luar biasa untuk menunjang konsep luxury dan tampil beda,” tutur Andrew yang mengatakan desain interior Noble House dikerjakan konsultan asal Singapura, Aedas Pte Ltd.

Menurut Andrew, kawasan superblok Mega Kuningan masih berkembang dan kebutuhan akan ruang kantor terus meningkat.

Mega Kuningan, urainya, adalah wilayah yang terintegrasi, memiliki infrastruktur dan akses yang baik, serta dihuni banyak perusahaan nasional dan internasional.

“Kami menangkap peluang tersebut dengan menghadirkan Noble House yang menawarkan ruang kantor cukup luas dan fasilitas gedung yang lengkap,” jelas Andrew.

Golden Flower Group
PT Graha Lestari Internusa adalah anak perusahaan Golden Flower Group, perusahaan asal Semarang yang memiliki bisnis inti di bidang industri pakaian dan properti. Sejak 2000, Golden Flower Group telah menjadi perusahaan publik dan tercatat di Bursa Efek Singapura.

Beberapa proyek Golden Flower Group antara lain Paragon City Mall (Semarang), Crowne Plaza (Semarang), Paragon City 2, World Capital Tower, dan lain-lain.

“Kami memiliki lahan di beberapa lokasi di Jakarta, salah satunya di Jalan Rasuna Said, Kuningan. Di 2017 mendatang kami akan mengembangkan beberapa proyek dengan nilai Rp25 triliun,” pungkas Andrew.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda