TB Simatupang Masih Jadi ‘Magnet’ untuk Penyewa Kantor

Ruang perkantoran di TB Simatupang masih diminati oleh banyak perusahaan, karena dianggap relatif terjangkau dan memiliki akses transportasi yang mudah dicapai.

Perkantoran di Jakarta-RumahHokie.com-Adhitya Putra
Ilustrasi perkantoran di Jakarta (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kawasan non CBD TB Simatupang di Jakarta Selatan masih menjadi ‘magnet’ yang kuat untuk sebagian penyewa ruang perkantoran. Area itu disebut-sebut sebagai klaster komersial yang paling aktif di luar daerah CBD Ibukota.

Ruang perkantoran di TB Simatupang masih diminati oleh banyak perusahaan, karena dianggap relatif terjangkau dan memiliki akses transportasi yang mudah dicapai.

Berdasarkan laporan ‘Jakarta Property Market Review Q1-2018’ yang dirilis oleh JLL Indonesia, Senin (21/05/2018), mereka yang tertarik untuk menyewa ruang perkantoran di TB Simatupang berasal dari kelompok produsen barang konsumsi, perusahaan minyak dan beberapa perusahaan lokal yang lebih kecil menjadi kalangan yang meminati

Baca Juga : Kuartal I-2018, Kondominium Jakarta Tetap Diminati Para Investor

Selain didukung akses tol yang dekat, kehadiran stasiun MRT yang berlokasi di ujung jalan TB Simatupang dan hadirnya transportasi LRT yang dapat  menghubungkan daerah di pinggiran Jakarta, juga menjadi alasan bagi banyak perusahaan untuk berkantor di kawasan tersebut.

JLL Indonesia mengabarkan bahwa sejumlah proyek gedung perkantoran yang ada di TB Simatupang, seperti Cibis 9 dan South Quarter, telah mengubah lanskap di kawasan tersebut.

James Taylor, Head of Research JLL Indonesia, mengungkapkan tren persewaan di area non CBD secara umum meniru apa yang sedang terjadi di CBD Jakarta.

“Para pemilik ruang perkantoran menurunkan harga sewa untuk menarik penyewa dalam meresepon tingginya pasokan baru dan turunnya tingkat hunian,” tutur James.

Baca Juga : Sektor e-Commerce Dongkrak Permintaan Perkantoran di Jakarta

JLL Indonesia mencatat bahwa pasokan ruang perkantoran untuk area tersebut pada tahun 2017 mencapai 150 ribu sqm. Sedangkan, tingkat okupansi berada di angka 75%.

Ia menambahkan, setelah penurunan pada setiap kuartal sejak pertengahan tahun 2015, harga sewa ruang perkantoran di TB Simatupang saat ini telah stabil.

“Dengan kondisi itu, berarti pemulihan pasar sewa ruang perkantoran di non CBD, kemungkinan besar akan terjadi lebih cepat daripada di area CBD,” katanya,

Dalam laporan tersebut, JLL Indonesia juga menjelaskan bahwa selama kuartal I-2018, tidak terdapat pembangunan ruang kantor baru di kawasan non CBD Jakarta.

 

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda