Tidak Ada Lagi Pasokan Baru Perkantoran Grade C di CBD Jakarta

Berdasarkan lokasi, sebagian besar pasokan ruang perkantoran baru di CBD Jakarta berada di daerah Sudirman, dengan kontribusi sekitar 40%.

perkantoran-cbd-jakarta-rumah hokie- dedy mulyadi-dok
Gedung perkantoran di CBD Jakarta (Dok. RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Sebanyak 1,2 juta meter persegi ruang perkantoran dijadwalkan untuk memasuki pasar CBD Jakarta pada rentang 2020 dan 2023. Sebagian besar proyek ini dijadwalkan selesai tahun ini dan 2021. Hal ini bakal membuat ruang kosong meningkat signifikan tetapi melandai mulai 2022 dan seterusnya.

Riset Savills World Research bertajuk “Spotlight Office Jakarta” yang dirilis Februari 2020 memperlihatkan, secara lokasi sebagian besar pasokan ruang perkantoran yang akan datang berada di daerah Sudirman, dengan kontribusi sekitar 40%.

Baca Juga: Perkantoran Jakarta: Pasokan Turun, Tingkat Okupansi Naik

Pasokan baru terbesar kedua akan berlokasi di daerah Kuningan (sekitar 36%). Sementara kawasan Thamrin dan Gatot Subroto masing-masing menyumbang sekitar 14% dan 10% dari stok masa depan.

Di sisi lain, berdasar segmentasi, proyek perkantoran Grade A terus mendominasi pasokan dengan berkontribusi sekitar 56%. Perkantoran Kelas Premium dan Grade B masing-masing mencapai sekitar 32% dan 12%. Sejauh ini, Savills Indonesia belum mengindikasikan adanya proyek baru dari Grade C di pasar CBD Jakarta.

Baca Juga: Co Working Space Aktif Menguasai Penyerapan Perkantoran Jakarta

Secara umum, aktivitas korporasi di Indonesia cukup kondusif setelah Pemilu tahun lalu. Hal ini terlihat dengan meningkatnya minat dari investor asing ke Indonesia.

Sebagai contoh, pada akhir 2019, produsen mobil asal Korea Selatan, Hyundai, melakukan investasi baru dengan membangun pabrik di Bekasi dengan nilai sekitar USD1,55 miliar. Nestle juga mengumumkan rencana mereka untuk meningkatkan produksi di Tanah Air dengan nilai investasi USD100 juta.

Co-Working Space Makin Ekspansif
Ke depan, iklim bisnis yang lebih optimis setelah tahun politik, diharapkan dapat mendukung peningkatan permintaan di pasar perkantoran di tengah pertumbuhan ekonomi yang meningkat secara bertahap.

Kendati demikian, Savills Indonesia belum melihat ekspansi signifikan dari penyewa ruang kantor konvensional, seperti bank dan perusahaan jasa keuangan.

Baca Juga: Ekspansi Co-Working Space Warnai Bisnis Perkantoran CBD Jakarta

Penyedia ruang kerja bersama (co-working space) terlihat terus berkembang tahun ini untuk menangkap permintaan dari perusahaan start-up kecil hingga menengah.

Sementara itu, start-up besar yang mapan dan didukung modal ventura besar—yang semula berkantor di co-working space atau ruko—berpeluang  untuk pindah ke gedung perkantoran bergengsi.

Dengan banyak ruang yang tersedia, Savills Indonesia memprediksi pemilik gedung akan tetap konservatif dalam menawarkan ruang kantor sewa mereka. Berdasarkan prediksi moderat, penyesuaian harga sewa di 2020 akan sangat terbatas. Ke depan, harga sewa diperkirakan akan sedikit tumbuh, seiring dengan berkurangnya tingkat kekosongan ruang.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda