Tindaklanjut KemenPUPR Setelah Wisma Atlet Kemayoran Dianggap Seperti Ghost Town

Usai ajang Asian Games 2018 lalu, Wisma Atlet Kemayoran yang terdiri dari 10 menara itu sedianya akan digunakan sebagai hunian bagi penduduk Jakarta.

Wisma Atlet Kemayoran, Kementerian PUPR, Lahan Sekretariat Negara
Fasad bangunan tower 3 Wisma Atlet Kemayoran. (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Baru-baru ini Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, menjadi topik hangat dan ramai diperbincangkan oleh publik Tanah Air.

Penyebabnya adalah hunian vertikal yang menelan biaya pembangunan hingga Rp3,7 miliar itu kini tampak sepi penghuni dan dalam kondisi tak terawat selaiknya kota hantu (ghost town), pasca perhelatan akbar Asian Games 2018 lalu.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
akan melakukan serah-terima aset bangunan tingkat tinggi Wisma Atlet Kemayoran kepada Sekretariat Negara (Setneg) RI.

“Kami harap serah-terima Wisma Atlet Kemayoran kepada Setneg bisa segera terlaksana dalam waktu dekat,” ujar Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, seperti dilansir dari siaran pers Kamis (23/01/2020).

Baca Juga: KemenPUPR Lengkapi Fasilitas Wisma Atlet untuk Penyandang Disabilitas

Untuk itu, Khalawi mengatakan saat ini Kementerian PUPR dan Setneg tengah melakukan pendataan aset di Wisma Atlet Kemayoran serta melengkapi berkas administrasi.

Selain itu, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan guna mempercepat proses serah terima aset Barang Milik Negara (BMN) tersebut.

Wacana Wisma Atlet untuk Warga Jakarta
Seperti diberitakan RumahHokie.com sebelumnya, usai Asian Games 2018 lalu, rusun yang terdiri dari 10 menara itu menurut informasi dari Kementerian PUPR akan digunakan sebagai hunian bagi penduduk Jakarta. Diantaranya, untuk hunian masyarakat menengah-ke bawah dan relokasi permukiman kumuh.

Rusun ini hadir dengan unit hunian tipe 36 yang dilengkapi fasilitas dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan tempat cuci jemur.

Baca Juga: Rusun Atlet Asian Games Kemayoran Rampung dan Siap Digunakan

Setiap unit rusun itu pun sudah dilengkapi dengan perabot furnitur, seperti tempat tidur, lemari pakaian, kursi dan meja tamu, pendingin ruangan dan penghangat air di setiap kamar mandi.

Terkait dengan pemanfaatan Wisma Atlet Kemayoran setelah proses serah terima, imbuh Khalawi, hal itu merupakan kewenangan dari pihak Setneg, selaku pemilik BMN.

“Itu kewenangan dari Setneg. Sesuai tugas, Kementerian PUPR hanya membangun bangunan tingkat tinggi dan melakukan pemeliharaan hingga proses serah terima selesai,” ujar Khalawi Abdul Hamid.

Lebih lanjut, ia juga menyatakan bahwa saat ini proses pemeliharaan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta masih dilakukan oleh pihaknya.

Baca Juga: Siap Dihuni, Begini Penampilan Wisma Atlet Kemayoran yang Nyaman

Pemeliharaan meliputi bangunan serta fasilitas yang ada, seperti lift, kelengkapan furnitur serta pendingin ruangan yang ada di dalam unit hunian.

“Proses pemeliharaan aset BMN Wisma Atlet Kemayoran tetap menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR pasca ajang Asian Games. Saat ini kami sedang melakukan pendataan aset, agar proses serah-terima ke Setneg dapat berjalan dengan baik,” terangnya.

Berdasarkan data yang ada, Kementerian PUPR memulai pembangunan Wisma Atlet Kemayoran sejak 2016 dan selesai pada awal tahun 2018.

Kompleks hunian vertikal di Kemayoran itu terdiri dari tiga tower di Blok C-2 seluas 135.000 meter persegi dan tujuh tower di Blok D-10 seluas 333.700 meter persegi. Untuk Blok C-2 total unit hunianya 1.932 unit dan Blok D-10 memiliki 5.494 unit hunian.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda