Tingkatkan Mutu Agen Properti, AREBI DKI Jakarta Gelar Forum Seminar

AREBI terus melakukan edukasi terhadap broker properti di Indonesia, agar tampil lebih profesional dan memiliki kemampuan mumpuni di bidangnya.

DPD AREBI DKI Jakarta, Lukas Bong, Broker Properti, Agen Properti
(Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – DPD AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) DKI Jakarta menyelenggarakan seminar dan talkshow untuk para agen properti yang tergabung sebagai anggota mereka, Rabu (28/11/2018) di Hotel Santika, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Bertajuk ‘Quantum Life Transformation: Optimalkan Potensi Diri Sebagai Agen Properti Melalui Pemberdayaan Kecerdasan Pikiran’, forum seminar yang diikuti ratusaan anggota AREBI DPD DKI Jakarta ini membahas berbagai isu yang menyangkut peningkatan kemampuan profesi tersebut.

Hadir dalam acara ini, Ketua Umum DPP AREBI, Lukas Bong, berujar bahwa pihaknya menginginkan para broker tak hanya sekedar jualan properti saja, akan tetapi juga dapat menunjukan sikap profesional dan memiliki kemampuan mumpuni dibidangnya.

Baca Juga: Ketua AREBI Tekankan Pentingnya Sertifikasi dan Etika Broker Properti

“Bekal (kemampuan) yang dimiliki para broker itu masih sangat kurang. Untuk itu, kami terus mengedukasi mereka agar tampil lebih profesional dan maju,” kata Lukas ketika ditemui oleh RumahHokie.com disela-sela seminar.

Berkaitan dengan hal tersebut, ia melanjutkan AREBI mengadakan pelatihan dan uji kompetensi untuk para agen properti. Hal tersebut dilakukan agar mereka mendapatkan lisensi dalam bentuk sertifikasi.

“Seharusnya teman-teman agen menjadi peduli bahwa bisnis ini jangan dipandang sebelah mata. Kami sadar harus mengikuti peraturan yang dibuat pemerintah, agar bisnis jual-beli properti menjadi tertib,” tuturnya.

Baca Juga: Gelar Munas VIII, AREBI Tunjuk Lukas Bong Sebagai Ketua Umum

Kendati demikian, diakui oleh Lukas, saat ini yang masih menjadi kendala para broker properti dalam mendapatkan sertifikasi tersebut adalah biaya pembuatan yang dinilai mereka terlalu mahal.

“Mereka masih melihat untuk mengikuti uji kompetensi itu kan diperlukan biaya. Padahal sebenarnya biaya-nya sih kecil. Hanya berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta. Bandingkan dengan penghasilan mereka yang bisa mencapai ratusan juta,” jelas Lukas.

Baca Juga: Tips Jadi Broker Properti Sukses di Era Digital (Bagian 1)

Sebagai info tambahan, hingga kini asosiasi yang memasuki usia ke-26 tahun pada November ini telah memiliki anggota sebanyak kurang lebih 1.000 kantor agen properti yang tersebari di seluruh Indonesia.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda