Tipe Unit Hunian Kecil Kuasai Penjualan Kondominium di Jakarta

Selama tahun 2019 lalu, tingkat penjualan kondominium di Jakarta berada di level 63%, dengan jumlah pasokan baru yang diluncurkan ke pasar sekitar 2.800 unit.

pasar kondominium jakarta, JLL Indonesia, Vivin Harsanto, James Taylor
Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL Indonesia, memaparkan kondisi pasar kondominium di Jakarta pada kuartal IV-2019. (Foto: Adhitya Putra -RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Pasar kondominium di Jakarta terus didominasi oleh penjualan unit hunian tipe kecil dengan harga yang terjangkau.

Hingga kuartal IV-2019, JLL Indonesia mencatat bahwa jumlah unit apartemen berukuran kecil menyumbang 60% dari total penjualan yang terjadi.

“Penjualan selama tahun 2019 didominasi oleh unit yang relatif kecil, harga terjangkau dan kedekatan aksesibilitas menuju transportasi publik,” ujar James Taylor, Head of Research JLL Indonesia, Rabu (29/01/2020) lalu di Jakarta.

Baca Juga: Pasok Melimpah, Pasar Perkantoran Sewa Jakarta Masih Tertekan

Berdasarkan survei yang dilakukan JLL, saat ini harga kondominium segmen lower middle di Jakarta berada dikisaran Rp20 juta per meter persegi.

Lebih lanjut, James memaparkan selama tahun 2019 lalu secara keseluruhan tingkat penjualan kondominium berada di level 63%, dengan jumlah pasokan baru yang diluncurkan ke pasar berjumlah sekitar 2.800 unit.

Menurutnya, angka penjualan tersebut menunjukan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan beberapa faktor, seperti faktor politik dan ekonomi.

Baca Juga: Investasi Real Estat Asia Pasifik Tahun 2020 Akan Ungguli Wilayah Lain

“Jumlah unit yang terjual di tahun ini mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi politik dan ekonomi menjadi beberapa faktor yang memengaruhi penurunan tersebut,” jelas James Taylor.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL Indonesia menambahkan secara umum, pengembang melakukan wait-and-see selama tahun 2019 yang merupakan tahun politik.

Selama periode tersebut, dia menjelaskan pengembang menggunakan kesempatan kondisi pasar apartemen Jakarta yang stagnan, untuk secara aktif mempersiapkan produk-produk mereka sembari menunggu momen tepat meluncurkan proyeknya.

Baca Juga: Penjualan Kondominium Segmen Menengah Diprediksi Terus Bertumbuh

JLL Indonesia melihat, pengembang kondominium juga mulai melirik konsep pembangunan di sekitar titik transit oriented development (TOD).

Vivin Harsanto berujar, kedekatan dengan transportasi publik merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan oleh para pembeli properti saat ini, khususnya pada sektor kondominium menengah ke bawah.

“Kami berharap di tahun 2020 pasar mulai aktif dengan peluncuran produk-produk kondominium yang telah dipersiapkan oleh para developer tersebut,” tandasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda