Tips Bagi Mahasiswa yang Ingin Membeli Properti

Mungkinkah mahasiswa beli sendiri apartemen murah dekat kampus yang bebas biaya indekos, kemudian saat lulus kuliah mereka dapat ijazah dan capital gain?

Foto: Dok. RumahHokie.com

RumahHokie.com – Harian Kompas bikin survei: ternyata sejak SD sampai kuliah, penggunaan biaya pendidikan sebagian besar habis buat jajan.

Hanya saja, saat kuliah porsi uang jajan kalah dengan biaya sumbangan pendidikan. Makanya anak-anak kita begitu lulus malah pening tanpa income. Kita perlu entrepreneur usia dini.

Baca Juga: Tips Membeli Apartemen Bagi Konsumen dan Investor Pemula

Mungkinkah mahasiswa beli sendiri apartemen murah dekat kampusnya? Bebas biaya kost dan lulus kuliah dapat ijazah dan capital gain.

Usia subjek hukum properti adalah 21 tahun. Kuliah tahun ketiga sudah boleh akad notariat/PPAT. Kalo dia beli saat kuliah tahun pertama atau kedua, harusnya pas banget. Waktu tunggu serah terima antara 1-2 tahun.

Jadi usia 21 sudah punya properti yang dibayar dari sebagian uang jajan. Mahasiswa ngabisin 29% biaya pendidikan untuk uang saku. Dahsyat!

Beli properti murah FLPP harga Rp130 juta. DP 1% ya Rp1,3 juta. Tunjukkan kartu mahasiswa, developer bisa kasih gratis DP (siapa tahu).

Beres satu urusan. Sekarang cicilan. Dengan tenor 25 tahun dan bunga 5%, maka angsuran Rp752.367. Artinya, sehari Rp25.079. Uang jajan dari Mama Rp100 ribu. Sesekali papa juga ngasih lagi Rp500 ribu. Cicilan harusnya beres, Dik. Lalu apalagi?

Baca Juga: Lahan Menipis, Depok Perlu Banyak Pasokan Hunian Vertikal

Sekarang urusan kelayakan calon nasabah (debtor compliance). Bank itu musuhan dengan calon nasabah berpenghasilan tidak jelas. Mahasiswa yang dapat honor bikin animasi atau jadi make-up artist, dianggap nggak pantas dapat kredit.

Jadi memang harus menunggu orang murah harta yang mau bikin bank, namanya “Bank Bang-Tut”: jendela wawa, siapa bau kentut ditembak raja tua. Lagu bayi yang harus diaransemen ulang oleh Addie MS dalam Twilight Orchestra.

Maka, kamu sang pelajar tetap ditolak meski pakai nominee papanya, pulanglah Nak. Umurmu cukup, tapi tinggi risiko memberimu utang. Tunggu Bank Bang-Tut buka ya!

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda