Tips Cerdas Menentukan Lokasi Rumah Bebas Banjir

Dalam memilih rumah yang aman dari banjir, Hokie People bisa melihat dari dua sisi, yakni lokasi kawasan dan kompleks perumahan itu sendiri.

banjir-jalan-juanda-bekasi-by-wismoyo-rumahhokie-dok
Banjir di Kawasan Ir. Juanda, Kota Bekasi (Foto: Wismoyo - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Rumah bebas banjir menjadi idaman setiap orang. Betapa tidak, bencana alam yang kerap terjadi di Ibukota Jakarta dan kawasan penyangganya ini sudah barang tentu menyebabkan kerugian materi bahkan bisa menelan korban jiwa.

Baca Juga: Tips Bersihkan Rumah Pasca Terendam Banjir

Dalam memilih rumah yang aman dari banjir, Hokie People bisa melihat dari dua sisi, yakni lokasi kawasan dan kompleks perumahan itu sendiri.

Kawasan Bebas Banjir
Tips pertama tentu saja memilih lokasi perumahan yang aman dari banjir. Musim penghujan merupakan waktu yang tepat untuk mencari rumah bebas banjir. Bahkan, peristiwa banjir besar seperti saat ini dapat menjadi momentum bagi Hokie People yang sedang pencari rumah untuk melihat lokasi-lokasi perumahan mana saja yang tidak terdampak banjir.

Perumahan paling ideal adalah yang tidak banjir dan aksesnya tak terkena dampak banjir. Atau bila pilihannya terbatas, pilihlah perumahan yang tidak terkena banjir, meski aksesnya terdampak banjir.

Baca Juga: Bisa Mengapung Ketika Banjir, Lahan Parkir Ini Pas untuk Jakarta

Kedua, hindari perumahan yang dekat dengan aliran sungai—terutama yang alirannya besar. Saat ini banyak perumahan menawarkan konsep riverside (rumah di sebelah sungai) atau riverview (rumah dengan pemandangan sungai).

Konsep seperti ini tentu saja menarik, namun Hokie People perlu mempertimbangkan dampak dari kedekatan perumahan tersebut dengan sungai. Apakah ada potensi banjir di sana?

Hindari pula perumahan yang terletak di dekat bendungan, karena banyak kasus perumahan kebanjiran akibat tanggul jebol.

Baca Juga: Rumah Panggung, Konsep Hunian Paling Tepat saat Banjir Melanda

Ketiga, tanya kepada penduduk setempat. Penduduk asli kawasan perumahan umumnya mengetahui sejarah kawasan tersebut. Apakah lahan perumahan itu bekas, sawah, rawa, atau bahkan mungkin bekas pembuangan sampah.

Tanyakan kepada penduduk setempat, apakah lokasi rumah yang Hokie People inginkan bebas banjir. Pasalnya, di satu perumahan bisa saja sebagian lokasi aman dari banjir, sementara di lokasi lain terkena dampak banjir.

Jangan coba-coba tanyakan hal ini kepada pihak pengembang, karena mereka biasanya akan mengatakan hanya hal-hal yang baik tentang perumahan yang mereka pasarkan.

Perumahan Bebas Banjir
Banjir juga bisa disebabkan oleh penataan ruang yang jelek di sebuah perumahan. Misalnya, tata kelola pembuangan air yang kurang memadai.

Pilih perumahan yang memiliki saluran pembuangan air atau gorong-gorong yang cukup besar dan tertutup. Di samping memerindah lanskap, saluran got yang tertutup juga memperkecil kemungkinan masuknya sampah. Seperti Hokie People ketahui, sampah yang menyumbat aliran air menjadi biang keladi penyebab banjir dimana-mana.

Baca Juga: Paula Verhoeven: Tentang Banjir Kelapa Gading dan BSD City

Selain saluran air, perumahan yang bebas banjir biasanya memiliki ruang terbuka hijau (RTH) yang memadai, setidaknya 40% dari total kawasan. Di cluster-cluster perumahan kecil biasanya RTH tak sampai 40%, namun Hokie People bisa melihat bagaimana penyerapan air ke dalam tanah. Misalnya, perumahan banyak menggunakan konblok dan paving block—atau bahkan memiliki sejumlah lubang biopori di titik-titik rawan banjir.

Air yang terserap tak sempurna ke dalam tanah, mungkin tak sampai menyebabkan banjir, tetapi menimbulkan genangan-genangan air yang kerap menjengkelkan.

Happy hunting, Hokie People!

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda