Tips Feng Shui: Membangun Hunian di Lahan Berkontur dan Berbukit

Secara teoritis, tanah yang memiliki gunung dan bukit-bukit serta lembah dengan sungai dan danau merupakan hal yang paling menguntungkan dalam perhitungan feng shui.

vila-rumah-di-lahan-berbukit-berkontur-feng-shui-rumahhokie-4-dok
Bangunan rumah menjorok ke depan, sehingga penghuni bisa menikmati pemandangan ke lembah (Foto: Dok. strictlyjazzentertainment.com).

Oleh: Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo

RumahHokie.com – Membangun hunian di tanah datar adalah hal biasa, tetapi membangun rumah atau vila di lahan berkontur yang berbukit dan berlembah curam adalah hal yang luar biasa. Arsitek dan Master Feng Shui dihadapkan pada tantangan yang serius untuk memecahkan problem desain di lokasi semacam ini.

Lantas, bagaimana feng shui membuat perencanaan dan penataan massa dan ruang di daerah dengan topografi berkontur tajam?

Baca Juga: Merancang Rumah dengan Metode 8 Gedung (Ba Zhai)

Secara teoritis, tanah yang memiliki gunung dan bukit-bukit serta lembah dengan sungai dan danau merupakan hal yang paling menguntungkan dalam perhitungan feng shui.

Keberadaan tanah berkontur membuktikan energi Chi dari dalam tanah sangat kuat. Energi inilah yang membentuk permukaan tanah naik dan turun.

Kedua, feng shui klasik menganjurkan posisi kawasan yang baik berada dikelilingi oleh tiga bukit: bukit Kura-Kura yang menjadi sandaran di belakang lokasi; bukit Naga Hijau berada di sisi kiri, dan bukit Macan Putih di sebelah kanan (lihat foto).

lahan berbukit - bukit naga hijau - harimau putih - kura-kura - feng shui - rumahhokie - dok
Foto: Dok. Mauro Rahardjo

Lokasi yang baik menurut feng shui adalah hal paling utama untuk rumah atau vila. Tetapi, bagaimana meletakkan bangunan pada kawasan seperti ini?

Prinsip yang pokok adalah bangunan mengikuti kontur alam—bukan merusaknya! Beberapa ahli pertamanan (landscapers) ada yang cenderung membentuk kontur baru (buatan) dengan teknik cut and fill yang bertujuan meratakan lahan agar mudah untuk pembangunan.

Baca Juga: Bangun Rumah, Sesuaikan dengan Elemen Bentuk dan Lingkungan

Cara ini menurut feng shui kurang tepat. Pasalnya, dengan banyak membuat galian dan meratakan tanah, maka yang terjadi developer akan ‘melukai’ bukit-bukit, sehingga ‘nadi’ naga ikut terluka. Hal ini akan menimbulkan kerusakan pada energi lingkungan (Chi).

Untuk keperluan itu, massa bangunan dapat diletakkan di atas tiang-tiang penyangga yang kokoh, sehingga KDB (Koefisien Dasar Bangunan) dapat dipertahankan sekecil mungkin.

Dari aspek feng shui, cara ini juga menguntungkan, karena tanah pada bukit-bukit ini tidak dibabat habis, sehingga lokasi tersebut dapat dipertahankan tetap asri menyerupai kondisi aslinya.

Baca Juga: Awas, Energi Buruk Mengintai di Depan Rumah Anda!

Konsep kedua yang perlu dipikirkan adalah bagaimana agar lingkungan perumahan vila pada kawasan ini senantiasa hijau. Konsep arsitektur hijau bukan merupakan hal yang baru. Feng shui akan diuntungkan apabila lingkungan tetap hijau.

Untuk itu, fungsi pertamanan bisa diterapkan agar mampu meningkatkan keasrian lingkungan. Selain membentuk vista indah, arsitektur hijau praktis dapat meningkatkan kebersihan udara lingkungan.

Hal yang dapat dianggap perlu dalam konsep pemikiran desain vila adalah meletakkan bangunan pada tiang-tiang penyangga, sehingga bagian tanah di bawah bangunan dapat dijaga seperti asalnya.

Sebagai contoh, bisa dilihat gambar-gambar berikut ini:

vila - rumah - di lahan berbukit - berkontur - feng shui - rumahhokie 1 - dok
Bangunan di letakkan di atas core/servis dan didukung oleh tiang-tiang di sekelilingnya sehingga bagian bawah bangunan tetap terjaga seperti kondisi aslinya.

Dr. Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo adalah Pendiri Feng Shui School Indonesia. Pasangan suami-istri yang tinggal di Surabaya ini merupakan penulis artikel feng shui untuk RumahHokie.com.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda