Tips Feng Shui: Waspadai Bangunan Baru di Sekitar Rumah Anda!

Dari skala makro, lingkungan yang baik salah satunya adalah kawasan dengan tanah berbukit yang menandakan aliran energi Chi mengalir lancar.

Tips Feng Shui: Waspadai Bangunan Baru di Sekitar Rumah Anda!
Bangunan runcing di sekeliling rumah bisa merusak Chi yang masuk ke rumah kita. (Foto: istimewa)

Oleh: Mauro Rahardjo & Lelyana Rahardjo

RumahHokie.com – Salah seorang klien kami menanyakan, mengapa rumahnya yang telah dirancang dan ditata apik dengan feng shui, tapi masih mengalami banyak masalah.

Untuk menjawab pertanyaan ini, kami mencoba uraikan beberapa faktor yang mungkin bisa menjadi penyebab: pertama, faktor luar (eksternal), lingkungan sekeliling rumah. Kedua, faktor dalam (internal), pilar peruntungan individu yang bersangkutan.

Tulisan kali ini membahas faktor eksternal. Perlu diketahui, lingkungan di sekeliling rumah kita berpengaruh sangat besar.

Baca Juga: Pengaruh Shio dalam Pengaturan Feng Shui Rumah

Pertama, kondisi kawasan. Dari skala makro, lingkungan yang baik, kawasan dengan tanah berbukit menandakan aliran energi Chi sangat lancar.

Lingkungan yang kurang baik, dekat tempat pembuangan sampah, dekat dengan kuburan dan sebagainya. Lingkungan seperti itu merusak energi Chi dan berakibat pada kualitas feng shui yang kurang memadai.

Karena itu, banyak kawasan real estat yang menawarkan lingkungan asri dan alami yang dirancang bagus.

Perhatikan Rumah Sekitar
Lingkungan dengan skala mikro meliputi bangunan-bangunan yang ada di depan dan sekeliling rumah. Jika kita telah mendirikan rumah terlebih dahulu, kita tidak mengetahui bagaimana bentuk dan besar rumah atau bangunan yang akan dibangun di depan maupun sekeliling rumah kita.

Sebagai contoh, jika kita mendirikan rumah satu lantai di atas sebuah kavling, kebetulan lahan di kiri kanan masih berupa tanah kosong. Jika beberapa tahun kemudian tetangga kanan-kiri membangun dua atau tiga lantai, maka rumah kita menjadi lebih pendek.

Hal ini menyebabkan aliran Chi ke dalam rumah tidak lancar lagi. Sebagian besar Chi mengalir di atas atap yang pendek.

Baca Juga: Tips Feng Shui: Rumah Ideal Bagi Pasangan Muda

Kejadian lain, dalam sebuah kawasan real estat, beberapa konsumen membeli rumah di bagian depan, dimana pada lahan bagian depan sekali akan didirikan ruko yang menghadap jalan.

Karena nilai lahan dengan pesat, ruko yang tadinya direncanakan 2-3 lantai diubah menjadi 4 lantai. Deretan rumah ini menghadap ke bagian ruko yang relatif sangat tinggi, sehingga feng shui rumah tersebut menjadi buruk.

Faktor mikro, yaitu kondisi bangunan tetangga kita. Jika ada bentuk rumah dengan unsur runcing, bentuk ini berpotensi merusak Chi. Sheng Chi (Chi baik) berubah menjadi Sha Chi (Chi buruk).

Akibatnya, energi yang masuk ke rumah kita tidak sesuai dengan harapan dan penataan feng shui. Hal ini terutama jika bagian yang runcing itu langsung menusuk pada pintu, baik pada lantai bawah maupun lantai atas di mana ada balkon.

Sebuah Kasus
Kasus seperti ini banyak terjadi dengan kadar yang berbeda-beda. Ada cara-cara yang dapat dipergunakan untuk menghindari. Mungkin, dengan terpaksa beberapa bagian rumah harus dibongkar.

Pengalaman dengan seseorang klien. Pemilik rumah ini senang karena memiliki rumah bersandar pada tanah yang lebih tinggi. Tidak lama kemudian kavling yang rendah di depannya mendirikan rumah dengan atap runcing mengarah pada pintu masuk utama (Ming Tang) rumah di depannya.

Klien ini baru mengetahui setelah atap tersebut dipasang. Ketika memberikan izin tetangga tidak cermat melihat rencana rumah baru yang akan dibangun.

Kejadian yang kurang menyenangkan, dalam tempo kurang lebih dua bulan rumahnya kerampokan. Karena trauma dengan kejadian tersebut, klien akhirnya pindah ke rumah lama yang untungnya belum dijual.

Dr. Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo adalah Pendiri Feng Shui School Indonesia. Pasangan suami-istri yang tinggal di Surabaya ini merupakan penulis artikel feng shui untuk RumahHokie.com.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda