Tips Jadi Broker Properti Sukses di Era Digital (Bagian 1)

Bidang yang diprediksi mendapatkan dampak dari perkembangan teknologi dan digitalisasi adalah dunia properti dengan munculnya konsep property technology (proptech).

e-commerce - properti - real estate - rumahhokie - dok
Foto: Dok. RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Masifnya perkembangan teknologi tak hanya mendatangkan kemudahan, akan tetapi juga mengubah peran dan proses kerja berbagai profesi, termasuk broker properti.

Perkembangan teknologi juga melahirkan ide konsep industri generasi keempat atau revolusi industri 4.0 yang berdampak pada bidang ritel, transportasi online dan juga sektor keuangan dengan hadirnya financial technology.

Bidang yang diprediksi juga mendapatkan giliran terdampak dari perkembangan sistem digitalisasi adalah dunia properti dengan ‘kelahiran’ konsep property technology (proptech).

Baca Juga: Ketua AREBI Tekankan Pentingnya Sertifikasi dan Etika Broker Properti

Dalam sebuah laporan yang dirilis oleh JLL Asia Pasifik, disebutkan bahwa teknologi dan real estat menyatu dengan cara yang menarik dan akan mengubah strategi mereka dalam berinvestasi.

“Ada banyak potensi untuk proptech di Asia Pasifik, di mana populasi muda, urbanisasi yang cepat dan pola pikir ‘mobile’ akan bersama-sama mempercepat pertumbuhan sektor baru ini,” tutur Anthony Couse, CEO JLL Asia Pasifik.

Baca Juga: JLL Investasikan USD100 Juta untuk Perusahan Rintisan Proptech Global

Lalu, bagaimana seharusnya broker properti menyikapi perkembangan teknologi tersebut, agar keberadaannya tetap eksis dalam industri real estat?

Dalam buku ‘9 Rahasia Membangun Kekayaan Melalui Properti di Zaman Digital’, Adi Putera Widjaja, Founder Garudaprenuer memaparkan tips-nya. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Tradisional atau Profesional, Bukan Kriminal
Dijumpai RumahHokie.com ketika peluncuran buku, Adi Putera mengatakan tak perlu cemas dengan perkembangan teknologi saat ini. Menurutnya, yang perlu dilakukan para agen properti adalah memperbaharui kemampuan dan wawasan sesuai perkembangan zaman.

Baca Juga: Tidak Tersertifikasi, Broker Properti Bisa Dipenjara Empat Tahun

Saat ini ada dua jalur utama menjadi seorang broker, yakni tradisional (yang bekerja sendiri) maupun profesional (tergabung dalam sebuah perusahaan). “Mereka bebas memilih mau menempuh jalan yang mana. Hal yang terpenting adalah jangan menipu pelanggan,” kata Adi.

2. Bekerja dengan Passion
Langkah selanjutnya agar mampu bertahan pada era disrupsi saat ini adalah seorang broker properti wajib memiliki passion dalam menjalani profesinya. Passion perlu didukung dengan pengetahuan, keterampilan dan pasar yang membutuhkan keahlian broker.

Baca Juga: RumahHokie.com Luncurkan Aplikasi Mobile Berbasis Android untuk Mudahkan Broker Properti

Adi mengatakan, ada kecenderungan profesi broker hanya menjadi pekerjaan ‘sampingan’ yang dikerjakan setengah-setengah. “Hal itu sebaiknya jangan dilakukan. Apapun yang kita lakukan, paling bagus harus berdasarkan hal yang kita sukai. Kalau kita menjalani yang kita sukai, pastinya mau-nya kerja terus,” ucapnya.

3. Membangkitkan Potensi Antara Minat dan Bakat
Passion merupakan bahan bakar awal bagi tumbuhnya sebuah minat. Dari minat, akan membuat sesorang untuk belajar pengetahuan dan keterampilan baru demi memenuhi rasa ingin tahunya.

“Banyak agen properti yang merasa tidak berbakat jualan. Namun, ketika mereka merasa berminat, mereka akan belajar bagaimana cara menjual,” pungkas Adi.

(Bersambung)

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda