Tips Lengkap Investasi Kios di Pusat Perbelanjaan

Jika trade center tersebut ramai pengunjung, keuntungan dari capital gain bisa berlipat ganda. Belum lagi yield dari hasil penyewaan.

Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Investasi kios di dalam pusat perbelanjaan (trade center) memang menggiurkan. Jika trade center tersebut ramai pengunjung, keuntungan dari capital gain bisa berlipat ganda. Belum lagi yield dari hasil penyewaan.

Namun memilih kios memiliki risiko yang cukup tinggi. Salah membeli, kios tak tersewa bahkan sulit dijual di pasar sekunder.

Sebelum membeli kios, baca dulu beberapa tips berikut ini:

Lokasi, Akses, dan Pengunjung
Akses transportasi merupakan hal utama. Untuk itu, pilihlah lokasi trade center yang strategis dan mudah diakses pengunjung, serta ditunjang  fasilitas transportasi umum yang mudah dan cepat.

Pilihlah trade center di lokasi dengan prospek perkembangan bisnis yang baik, seperti daerah yang terkenal sebagai pusat perdagangan atau pusat pertumbuhan bisnis baru. Trade center di daerah non komersial, seperti di daerah perumahan, kurang mampu menarik pengunjung ramai.

Perhatikan juga arus pengunjung trade center. Banyaknya penumpukan trade center di satu wilayah membuat persaingan antar trade center di sana menjadi tinggi dan membuat sebagian kekurangan pengunjung.

Besar Lebih Baik?
Pilihlah trade center yang unitnya tidak terlalu banyak, misalnya di bawah 1.000 unit. Menjual trade center dewasa ini bukan pekerjaan mudah.

Semakin besar unit yang ditawarkan, semakin besar kemungkinan tingkat kekosongannya. Semakin besar tingkat kekosongan, semakin besar pula kemungkinan trade center sepi pengunjung.

Selain itu, trade center besar membutuhkan manajemen yang rumit. Misalnya fasilitas parkir. Unit-unit kios biasanya berukuran kecil. Jika semua pedagang di sana membawa mobil ditambah mobil pengunjung, apakah fasilitas parkirnya bisa menampung?

Lantai Dasar
Biasanya pedagang berebut unit kios di lantai dasar. Lantai teratas, walau harganya lebih murah, biasanya juga sepi pengunjung. Jika hanya bisa mendapatkan lantai teratas, sebaiknya urungkan niat investasi Anda, karena risikonya cukup besar.

Reputasi Developer
Bila kios masih dalam tahap pembangunan, perhatikan izin yang sudah dimiliki pengembang. Di beberapa kasus, proyek berhenti atau tertunda karena developer belum mengurus perizinan.

Untuk itu perhatikan developer yang memiliki reputasi dan komitmen. Lihat bagaimana track record-nya dalam membangun proyek-proyek sebelumnya.

Konsep dan Tema
Apakah trade center itu punya tema dan konsep yang jelas? Tidak sekadar menjual kios-kios, tetapi juga memerhatikan segmen pasar yang dibidik dan komoditas serta jasa apa yang cocok untuk segmen tersebut?

Trade center yang berkembang adalah yang punya tema dan spesialisasi (pengelompokan jenis bisnis) yang kuat.

Anchor Tenant
Trade center yang punya prospek bagus memiliki penyewa kunci (anchor tenant) yang akan membuka gerai besar. Selain berperan menjadi penarik pengunjung, anchor tenant juga punya komitmen untuk berusaha mendatangkan pengunjung.

Harga Tergantung Prospek
Warren Buffet mengatakan: “lebih baik membeli barang cantik dengan harga biasa, ketimbang membeli barang biasa dengan harga cantik”.

Berinvestasi di trade center juga demikian. Jangan hanya membeli mendasarkan harga yang murah. Trade center yang berprospek baik nilainya pasti melejit, sementara trade center yang buruk sebaliknya.

Investasi atau Usaha Sendiri?
Sejak awal Anda harus menentukan, apakah akan berinvestasi di trade center untuk usaha sendiri atau disewakan kepada orang lain. Pasalnya, beberapa pengembang menetapkan denda bagi pembeli yang tidak membuka kios setelah waktu yang ditetapkan.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda