Tips Membeli Rumah Pertama untuk Generasi Milenial

Untuk mendorong generasi milenial memiliki hunian, saat ini pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang memudahkan masyarakat untuk membeli rumah menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Tips Membeli Rumah untuk generasi milenial
Ilustrasi beli rumah baru. (Foto: finansialku)

RumahHokie.com (Jakarta) – Keinginan untuk memiliki rumah kepunyaan sendiri, tentu menjadi impian banyak orang, termasuk kalangan generasi milenial. Diperlukan kerja keras dan gaya hidup hemat agar rumah impian milik sendiri bisa terwujud.

Untuk mendorong kaum milenial memiliki hunian, saat ini pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang memudahkan masyarakat untuk membeli rumah menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pihak Bank Indonesia pun telah menjalankan aturan baru terkait relaksasi loan to value (LTV) yang membuat uang muka makin ringan.

Baca Juga: Cara Aman Membeli Rumah Over Kredit, Ini Prosedurnya

Walaupun demikian, bukan berarti membeli dari pengembang tidak berisiko. Hokie People tetaplah harus berhati-hati dan cermat agar tidak dirugikan oleh developer properti yang nakal.

Lantas, apa saja yang perlu generasi milenial perhatikan, agar aman ketika proses pembelian rumah pertama? Simak tips-nya berikut ini.

Tentukan lokasi rumah yang disukai
Pertama kali harus diperhatikan oleh Hokie People ketika akan membeli rumah adalah memilih lokasi tempat tinggal yang disukai. Banyak faktor yang jadi penentu kaum milenial untuk memilih lokasi sebuah hunian.

Baca Juga: Tips Membeli Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami)

Diantaranya adalah jarak antar tempat tinggal dengan tempat bekerja maupun pusat perbelanjaan. Lalu, kemudahan dalam menjangkau akses transportasi, serta lingkungan perumahan yang sehat.

Cari tahu informasi mengenai developer rumah
Apabila sudah mendapat lokasi yang cocok, saatnya cari tahu developer rumah yang terpercaya. Sebelum memutuskan membeli hunian dari developer, cobalah Hokie People cari tahu mengenai track record, sejarah bisnis, dan kepada pihak bank mana saja pengembang tersebut bekerjasama.

Jika pengembang telah melakukan kerjasama untuk penyaluran kredit konstruksi (modal kerja) dan KPR dengan pengembang, maka bisa dipastikan pihak bank telah melakukan uji kelayakan terhadap pengembang tersebut.

Pastikan status hak atas tanah
Sebelum membeli perlu dipastikan status hak atas tanah proyek yang akan Anda beli. Apakah Hak Milik, Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Pengelolaan Lahan (HPL), atau Hak Pakai (HP).

Baca Juga: Beli Rumah Subsidi, Harus Jeli Memilih Lokasi

Bila tanah berstatus HGB, itu berarti kewenangan diberikan pemerintah atau hak untuk menggunakan lahan yang bukan miliknya dengan jangka waktu 30 tahun yang dapat diperpanjang hingga 75 tahun.

Perhatikan proses pemesanan dan penandatanganan PPJB
Ketika proses pemesanan (booking fee), jangan lupa Hokie People minta pengembang mencantumkan secara tertulis dalam surat pemesanan apa saja yang dijanjikan.

Perjanjuan dapat berupa soal fasilitas, waktu pembangunan, dan lain-lain. Dengan demikian, Anda sebagai calon pembeli memiliki bukti bila pengembang ingkar janji.

Sebelum Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) ditandatangani, Anda harus pastikan para pihak yang akan menandatangani PPJB, termasuk status perusahaan developer, apakah badan hukum atau pribadi.

Teliti kembali spesifikasi hunian ketika serah-terima
Pada saat serah terima rumah dari developer properti, teliti kembali semua spesifikasi
sesuai dengan apa yang dijanjikan. Misalnya, spesifikasi rumah (lokasi, luas, bentuk, dan bahan material), apakah sesuai dengan yang tercantum dalam PPJB.

Bila terdapat ketidaksesuaian, maka Anda sebagai pembeli berhak untuk menolak menandatangani berita acara serah terima fisik sebelum developer menyelesaikan semua kewajiban sesuai ketentuan PPJB. Jika pengembang tidak bersedia memenuhi seluruh kewajiban, pembeli dapat menempuh jalur hukum.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda