Tips Membeli Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami)

Untuk mendapat informasi akurat mengenai apartemen subsidi ini, Anda dapat mendatangi pameran properti, peluncuran produk baru, atau melalui dunia maya.

rumah susun - merah - kemenpupr - rumahhokie - dok
Rumah Susun (Foto: Dok. KemenPUPR)

RumahHokie.com (Jakarta) – Melalui Program Sejuta Rumah, Pemerintah menggenjot suplai hunian di Tanah Air, baik berupa rumah tapak maupun rumah susun.

Terkait Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) atau apartemen subsidi, pemerintah melalui  Menteri Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 269/PMK.010/2015 tentang Batasan Harga Jual Unit Hunian Rumah Susun Sederhana Milik dan Penghasilan Bagi Orang Pribadi Yang Memperoleh Unit Hunian Rumah Susun Sederhana Milik. PMK ini mulai berlaku pada 8 Januari 2016.

Baca Juga: Tips Jual-Beli Rumah Susun Sesuai Undang-undang

Peraturan tersebut mengatur luas setiap Rusunami berkisar 21 m2 – 36 m2 dengan harga jual tidak melebihi Rp250 juta. Adapun batasan penghasilan calon pembeli tidak melebihi Rp7 juta per bulan.

Unit Rusunami merupakan hunian pertama yang dimiliki, digunakan sendiri sebagai tempat tinggal dan tidak dipindahtangankan dalam jangka waktu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Langkah-langkah Membeli Rusunami
Informasi adalah senjata paling utama. Untuk mendapat informasi akurat, Anda dapat mendatangi pameran-pameran properti, menghadiri peluncuran produk Rusunami baru, atau melalui dunia maya.

Setelah informasi dari berbagai proyek berhasil dikumpulkan, bandingkanlah satu per satu, dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Lokasi adalah hal utama, namun akses dan transportasi publik juga harus diprioritaskan.

Baca Juga: “Hanya Perumnas yang Bisa Membangun Rusunami”

Setelah mantap menentukan pilihan, sebaiknya Anda jangan membuang waktu. Seperti proyek-proyek pengembangan properti lainnya, pembeli awal Rusunami alias apartemen bersubsidi biasanya mendapat keuntungan lebih besar.

Pembeli early bird biasanya dapat memilih unit yang paling strategis di menara (tower) yang terbaik. Jika memungkinkan, Anda bisa menegosiasikan diskon dari pengembang.

Baca Juga: Untung-Rugi Beli Properti Saat Baru Diluncurkan

Langkah-langkah membeli apartemen bersubsidi:

  1. Memilih dan membandingkan lokasi.
  2. Mendatangi kantor pemasaran apartemen yang dipilih.
  3. Menentukan unit yang akan dibeli.
  4. Menegosiasikan harga.
  5. Membayar booking fee dan menentukan schedule pembayaran DP (down payment).
  6. Membuat surat keterangan belum memiliki rumah (sebagai syarat untuk mendapatkan subsidi).
  7. Menandatangani Akta Jual Beli.
  8. Mencari bank yang akan mengucurkan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen).
  9. Menandatangani Akad Kredit.
  10. Mulai mengangsur.
  11. Serah terima (sesuai schedule dari pengembang).

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda