Tips Menata Taman Menggunakan Prinsip Feng Shui (Bagian 6)

Membuat sentuhan akhir dalam menata taman, diperlukan beberapa langkah, yakni menambahkan unsur-unsur yang menyentuh perasaaan.

Taman seperti ruang keluarga, dimana anggota keluarga bisa berkumpul bersama-sama.

Oleh: Mauro Rahardjo & Lelyana Rahardjo

RumahHokie.com – Taman dibuat tentu untuk dinikmati. Dalam teori feng shui, ada tiga faktor yang harus dipenuhi di suatu lingkungan, baik berupa ruangan, rumah, bangunan, taman, kawasan, atau kota, yaitu Tian(天= langit), Di (地= bangunan/feng shui), Ren (壬= manusia).

Dalam tulisan ini, yang dimaksudkan dengan Tian sebagai dimensi waktu; Di = ruang, bangunan, atau taman; dan Ren = manusia. Dalam ilmu “desain urban” ini dikenal dengan istilah 3P = Period, Place, dan Person.

Baca Juga: Lima Aturan Membuat Taman Menggunakan Prinsip Feng Shui

Ketika ketiga faktor ini hadir bersama-sama, maka muncullah energi Chi (Qi) dalam lingkungan tersebut. Ibaratnya, dalam fisika ada pertanyaan berikut: “apakah ada suara ketika sebuah jarum jatuh ke lantai?” jawabannya: “tidak ada, karena tidak ada (manusia) yang mendengar”.

Demikian juga apabila taman ini kosong, hanya ada dua faktor yang hadir: waktu dan ruang (Tian dan Di). Sedangkan, feng shui baru hadir setelah ketiganya ada, yaitu Waktu (Tian), Ruang (Di), dan Manusia (Ren).

Baca Juga: Tips Menghias Taman Menggunakan Metode Feng Shui

Oleh sebab itu, dalam final touch, langkah penting yang perlu adalah menambahkan unsur-unsur yang menyentuh perasaaan pemakai. Apa sajakah itu?

Letakkan Tempat Duduk
Pertama, tentu saja seperangkat tempat duduk untuk menikmati Taman. Ini seperti ruang keluarga, dimana anggota keluarga bisa berkumpul outdoor bersama-sama, bahkan bisa menempatkan kursi buat yang lebih senior, kursi gantung atau bahkan kursi malas.

Menambahkan unsur orang (Ren= 壬) membuat taman ini menjadi “bernyawa” dan di sinilah energi Chi mengisi ruang taman.

Baca Juga: Pengaruh Taman Pada Feng Shui Rumah

Mungkin di Indonesia hal ini kurang nyaman dilakukan, karena suasana terlalu panas atau terlalu lembap di luar. Dengan demikian, perangkat berkumpul ini bisa dilindungi dengan atap, dalam hal ini bisa dibuat pergola yang bentuknya beragam dan portable (bisa dipindah-pindah).

Bentuk pergola seperti ini bisa dilindungi dengan kain tirai yang menutupi sebagian atau seluruh struktur pergola.

Mungkin saja rumah yang memiliki taman ini dihuni oleh anak-anak yang masih kecil-kecil, sehingga untuk mereka pun perlu diberikan ruang untuk ikut menikmati hawa segar yang berada di luar rumah.

Baca Juga: Menyiasati Energi Positif di Dalam Taman

Untuk itu, jika masih ada ruang untuk ditempatkan benda-benda yang bersifat semi permanen atau portable (bisa dipindah-pindahkan) untuk tempat bermain anak bersama saudara-saudaranya atau teman-temannya.

Bentuk kapal-kapalan di sudut taman, selain menjadi benda dekoratif taman, tetapi juga akan disukai anak-anak, sehingga taman menjadi “hidup” karena adanya semangat/spirit anak-anak yang bermain di sini.

Benda Penuh Kenangan
Kedua, menempatkan benda-benda yang menimbulkan dan membangkitkan memori pemilik taman. Sebagai contoh menggunakan kura-kura yang sedang berbaris.

Benda-benda dekoratif pengisi taman ini mempunyai fungsi dan peran untuk membangkitkan memori si penikmat benda tersebut. Dalam feng shui, kura-kura adalah simbol panjang umur. Itulah mungkin yang ingin diutarakan dalam desain taman di sini.

Posisi kura-kura ada di Utara. Jadi sebaiknya diletakkan pada sektor tersebut. Tentu saja posisi kura-kura ini boleh diletakkan pada sektor lainnya seperti Barat dan Barat Laut, tetapi tidak di Selatan.

Baca Juga: Perhatikan 5 Faktor dalam Mendekorasi Taman

Memori yang dimaksud memang bisa sifatnya lebih permanen, seperti dekorasi berbentuk kura-kura, termasuk dekorasi berbentuk struktur bangunan Jepang yang memberi memori bagi yang melihatnya.

Benda dekoratif seperti struktur kecil ini bisa dimanfaatkan sebagai penerangan (lampu), tetapi juga bisa menempatkan speaker untuk mendengarkan lagu-lagu yang menggerakkan emosi atau membangkitkan memori.

Semua perasaan seperti ini akan “mengisi” taman tersebut sehingga bukan hanya menjadi ruang mati, saja melainkan sesuatu yang menghidupkan taman.

Benda dekoratif yang diletakkan pada taman ini tidak harus selamanya sama. Bisa juga untuk memperingati event-event menurut waktunya. Misalnya saat memasuki Lebaran, Natal, Valentine, atau Haloween. Anda dapat meletakkan benda dekoratif yang terkait dengan event tersebut.

Saat Haloween datang, bisa saja menempatkan hiasan taman seperti ini pada taman Anda.

(Tamat)

Dr. Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo adalah Pendiri Feng Shui School Indonesia. Pasangan suami-istri yang tinggal di Surabaya ini merupakan penulis artikel feng shui untuk RumahHokie.com.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda