Tips Merancang Kamar Mandi Ramah Lingkungan

Kamar mandi adalah salah satu ruang di rumah yang paling tidak ramah lingkungan, karena banyak mengonsumsi energi dan menghasilkan limbah.

Foto: Anto Erawan

RumahHokie.com (Jakarta)Kamar mandi adalah salah satu ruang di rumah yang paling tidak ramah lingkungan, karena banyak mengonsumsi energi dan menghasilkan limbah (air).

Namun ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan penghematan. Berikut beberapa di antaranya:

Hemat Air
Umumnya, kita masih menggunakan gayung untuk mandi dan membilas tubuh. Kendati sangat memuaskan, mandi menggunakan gayung sangat boros air.

Untuk lebih menghemat jumlah air yang digunakan, sebaiknya maksimalkan penggunaan shower. Shower dapat menyemburkan air menyebar dengan intensitas yang dapat diatur sesuai keinginan. Produk shower dapat menghemat air berkisar 30% – 70%.

Di samping itu, penghematan air juga bisa dilakukan saat menyiram (flushing) toilet.

Belakangan banyak produsen mengembangkan produk toilet yang dirancang untuk menghemat air—misalnya tombol untuk buang air kecil dan buang air besar. Teknologi tersebut mengizinkan penggunaan air secukupnya, sesuai kebutuhan.

Selain itu, Anda juga dapat menampung grey water bekas cuci tangan atau berwudhu dalam sebuah wadah. Air limbah ini bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya membersihkan lantai kamar mandi atau menyiram toilet.

Hemat Listrik
Kamar mandi belum lengkap tanpa pemanas air listrik. Namun, energi yang dikonsumsi untuk peranti ini sangat besar.

Agar hemat listrik, ada baiknya Anda menggunakan pemanas air bertenaga surya. Memang investasi yang dikeluarkan lebih besar dari pemanas air bertenaga gas atau listrik, namun Anda memiliki dua keuntungan.

Keuntungan pertama, investasi tersebut pasti akan lebih murah ketimbang membayar listrik yang dikonsumsi. Kedua, Anda telah ikut melestarikan alam.

Cahaya dan Udara Alami
Kamar mandi yang lembap memerlukan sirkulasi udara yang baik, agar tidak berdampak pada kesehatan. Pasalnya, ruangan lembap menjadi surga buat kuman dan bakteri berkembang biak.

Untuk itu, Anda perlu membuat jendela dengan bukaan yang cukup agar dapat membantu sirkulasi udara di dalam kamar mandi.

Di sisi lain, keberadaan jendela juga dapat mengizinkan cahaya matahari masuk ke dalam kamar mandi, sehingga mengurangi penggunaan lampu, terutama di siang hari.

Bila tak memungkinkan memasang jendela, Anda dapat menggunakan glass block dan lubang angin. Dengan demikian, cahaya dan udara alami bisa masuk ke dalam kamar mandi.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda