Tips Mudah Menentukan Harga Jual Rumah

Harga rumah bekas memang tak ada patokan yang baku. Untuk itu, penjual harus cermat menentukan harga jual yang pas. Berikut ini tips yang bisa Anda lakukan.

rumah-menengah-metland-cileungsi-rumahhokie-dok
Rumah menengah (Foto: Dok. RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Saat ingin menjual rumah, terkadang penjual bingung berapa harga rumah yang sesuai dengan harga pasar. Lantas, bagaimana cara menentukan harga rumah?

Berbeda dengan rumah baru yang dipasarkan pengembang, harga rumah bekas (second) memang tak memiliki harga patokan yang baku. Dengan demikian, Anda sebagai penjual harus pandai-pandai menentukan harga jual yang pas. Jika harga terlalu mahal tentu akan sulit dijual, sementara jika harga terlalu rendah tentu tak akan membawa hoki buat Anda.

Untuk menentukan harga rumah secara harga wajar, beberapa tips berikut penting Anda perhatikan:

Survei
Lakukan survei di lingkungan sekitar rumah untuk mencari pembanding, apakah ada rumah sejenis—dengan tipe dan luas tanah yang hampir sama—yang  ditawarkan di sekitar rumah yang akan Anda jual. Harga jual rumah tersebut dapat Anda gunakan sebagai patokan.

Jika di sekitar lokasi tersebut tak ada rumah yang dijual, Anda harus melakukan survei di daerah yang lebih luas. Harga pembanding sangat diperlukan agar Anda tak terlalu tinggi atau rendah mematok harga rumah Anda.

Penyesuaian
Setelah memeroleh harga jual rumah pembanding, lakukan penyesuaian terhadap rumah yang akan dijual. Perbandingan bisa dilihat dari beberapa poin: luas tanah dan bangunan, legalitas kepemilikan (sertifikat/girik/AJB), karakteristik rumah (arah hadap, bebas banjir atau tidak, bentuk arsitektur, kualitas, usia bangunan, dan lain-lain). Dengan poin-poin tersebut akan terlihat harga pasar yang pantas untuk rumah yang akan Anda jual.

Harga Penawaran
Bila secara keseluruhan rumah yang akan dijual lebih baik dibanding rumah pembanding, maka tawarkan harga yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika kondisi rumah Anda lebih jelek, buka harga penawaran yang lebih rendah.

Bila belum yakin dengan harga yang Anda tawarkan, coba menilai harga tanah dan bangunan secara terpisah. Sebagai contoh, harga tanah Rp700 juta dan harga bangunan Rp300 juta, maka sebaiknya Anda menawarkan rumah dengan harga 20% di atas harga tersebut, yakni sekitar Rp1,2 miliar.

Harga yang Anda tawarkan ini merupakan harga maksimal (ceiling price). Bila terjadi negosiasi dengan calon pembeli, maka Anda bisa mempertahankan harga dasar yang telah ditentukan sebelumnya (floor price), yakni Rp1 miliar.

Jasa Penilai dan Broker
Perlu diperhatikan bahwa survei untuk menentukan harga rumah bisa memakan waktu cukup lama. Jika Anda sibuk dan tidak sempat melakukannya, Anda bisa menggunakan jasa penilai properti (appraisal) atau broker properti yang tak hanya menentukan harga wajar, tetapi juga mempermudah proses jual-beli dengan pembeli rumah.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda