Tips Pemasaran Properti Secara Online Dari Pakarnya

Setidaknya ada empat tips yang dapat dilakukan agar pemasaran properti secara online bisa berjalan mulus.

digital marketing - rumahhokie - dok5
Digital Marketing (Foto: Freepik.com)

RumahHokie.com (Depok) – Meski merupakan benda tak bergerak dan bernilai tinggi, pemasaran properti bisa menggunakan cara pemasaran digital (digital marketing).

Andreas Agung, Pakar Digital Marketing mengatakan, pemarasan produk secara digital secara umum tidak sulit, tetapi memerlukan ketekunan.

Demikian penuturan Andreas, saat ditemui RumahHokie.com di sela acara Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Digital Marketing Pemacu Bisnis UMKM” di Cimanggis City, Depok, Rabu (24/1/2018).

Baca Juga: Pasarkan Cimanggis City, PSM Mulai Lirik Digital Marketing

Menurutnya, ada hal yang harus dilakukan oleh sales inhouse atau agen properti agar sukses memasarkan produk di jagat maya. Tips ini, imbuhnya, bisa dilakukan juga untuk produk-produk selain properti.

Eksistensi
Hal pertama yang dilakukan adalah Anda harus eksis di dunia maya. Buat website sendiri atau setidaknya landing page.

“Anda bisa menggunakan blog gratisan seperti Blogspot, tapi tidak saya sarankan, karena hosting gratisan bulan depan bisa dihapus Google. Jadi sebaiknya pakai hosting yang berbayar,” tutur Andreas.

Mencari Traffic
Dia menerangkan, inti dari digital marketing adalah mencari traffic atau pengunjung ke “lapak” yang telah dibuat. Hal ini juga yang paling menantang.

Setelah membuat landing page atau website, Anda dapat mengiklankannya menggunakan Google Ads supaya website Anda ada di halaman pertama pencarian Google. Misalnya pencarian dengan kata kunci “apartemen dijual di Depok”.

Baca Juga: Tips Menjual Properti: Pede, Product Knowlegde, dan Hello Effect

“Selain menggunakan Google Ads, bisa juga menggunakan Facebook Ads. Anda bisa membuat Fanpage terlebih dahulu, kemudian Fanpage tersebut di-boost ke ribuan orang dengan target yang ditentukan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andreas menuturkan, saat ini ada tiga sosial media yang paling baik untuk memasarkan produk, yakni Facebook, Instagram, dan Youtube.

Menjaga Relasi
Setelah berhasil closing atau menjual produk, papar Andreas, konsumen harus tetap di-maintain. Tujuannya, tak lain agar mereka melakukan repeat order.

Sedikit perhatian kepada konsumen dapat membuat mereka merasa terikat. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengirim ucapan selamat ulang tahun, tahun baru, atau hari besar keagamaan melalui email, SMS, atau Whatsapp—disamping tetap rutin mengirim email atau SMS marketing.

Harus Masif, Namun…
Hal terakhir yang harus diingat adalah massive imperfect action (MIA). Anda harus memposting konten secara masif.

“Jangan berharap pembeli akan datang dengan satu-dua kali posting. Mungkin bisa ratusan atau ribuan posting baru menghasilkan penjualan,” terang Andreas.

Selain itu, jangan takut salah atau hanya ingin postingan yang sempurna (perfect). Sebaliknya, tetap memposting konten, meski tidak sempurna (imperfect).

Baca Juga: Strategi Menjual Properti dengan Cara Unik dan Rada Gokil

Kendati demikian, jangan terlalu banyak memposting konten, karena bisa dianggap spam oleh Google. Posting Instagram atau Facebook paling banyak 50 kali sehari, sementara artikel di website jangan lebih dari 20 sehari.

“Kalau keseringan akan di-banned Google, karena dianggap robot dan langsung mati akunnya,” ujar Andreas.

Syarat lain, artikel di website tidak boleh copy-paste dari situs lain, karena akan terdeteksi Google. Anda bisa membeli artikel dari para blogger yang menjual jasa penulisan artikel dengan bayaran Rp10.000 per artikel.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda