Tips Rahasia dan Efektif Mencangkok Tanaman

Mencangkok tanaman tidak memerlukan keahlian dan peralatan khusus, sehingga cukup murah dan mudah dilakukan. Kendati demikian, ada beberapa trik rahasia yang tidak diungkapkan “tukang taman”.

tips-rahasia-efektif-mencangkok-tanaman-di-rumah-by-anto-erawan-rumahhokie-dok
Mencangkok tanaman (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Mencangkok merupakan cara memperbanyak tanaman secara vegetatif yang banyak dipilih untuk mendapat bibit tanaman unggul. Pasalnya, tanaman hasil cangkokan memiliki karakteristik yang persis sama dengan tanaman induknya.

Selain itu, mencangkok tidak memerlukan keahlian dan peralatan khusus, sehingga cukup murah dan mudah dilakukan. Kendati demikian, ada beberapa trik rahasia yang tidak diungkapkan “tukang taman” yang dapat membuat hasil cangkokan Anda maksimal.

Baca Juga: Ini Dia Jenis Tanaman Obat Keluarga yang Mudah Ditanam di Rumah

Sebelum memulai pencangkokan, persiapkan dahulu bahan dan alat-alatnya:

  • Pisau/cutter
  • Plastik pembungkus/kantong kresek yang cukup lebar
  • Tali rafia
  • Tanah merah/sabut kelapa
  • Air bersih

Batang Pilihan
Pilih batang pohon yang ingin dicangkok. Batang seukuran jari kelingking biasanya sudah dapat dicangkok—yang terpenting batang berkambium.

Sebagai informasi, kambium adalah lapisan jaringan meristematik pada tumbuhan yang sel-selnya aktif membelah dan menjadi penyebab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan.

Baca Juga: Wow, Desain Rumah Beton Ini Sanggup Menumbuhkan 40 Jenis Tanaman Lho

Cari batang berwarna cokelat dengan ranting-ranting muda berwarna hijau. Pada batang seperti ini, proses pembelahan sel masih sangat aktif, sehingga akan mudah tumbuh akar.

Kuliti Batang
Siapkan pisau steril untuk mengupas bagian kulit kayu. Pisau yang tidak steril bisa membuat gagal proses pencangkokan. Ada baiknya Anda menggunakan bilah pisau pemotong (cutter) baru yang belum dipakai.

Kupas kulit kayu 2 cm – 10 cm (tergantung ukuran batang) hingga kambium benar-benar hilang. Cara menghilangkan kambium bisa dengan cara mengelap atau mengerik bagian batang kayu yang sudah terkelupas dengan pisau. Namun ada pula yang membiarkan keratan kayu itu terbuka selama beberapa hari.

Baca Juga: Lima Jenis Tanaman Perdu yang Indah untuk Dijadikan Elemen Dekorasi

Gunakan Tanah Merah
Gunakan tanah merah sebagai media pertumbuhan akar cangkokan. Campur dengan air secukupnya (tidak perlu terlalu basah), kemudian tempelkan tanah lembap tersebut pada kulit kayu yang sudah dikupas. Jika tidak memiliki tanah merah, Anda dapat menggunakan sabut kelapa.

Bungkus Plastik
Bungkus tanah cangkokan dengan plastik yang cukup tebal dan lebar, kemudian ikat dengan tali rafia sehingga bungkus cangkokan menempel kuat dan rapi di batang pohon. Setelah itu, beri lubang secukupnya untuk proses penyiraman.

Baca Juga: Merawat Tanaman di Dalam Ruangan dengan 4 langkah

Penyiraman
Lakukan penyiraman secukupnya saja. Bisa dilakukan setiap hari (tergantung kondisi), namun jangan terlalu banyak.

Pemindahan
Bila akar baru sudah terlihat (biasanya menyembul di antara tanah media pencangkokan), berarti proses pencangkokan telah berhasil. Ada baiknya Anda menunggu supaya akar tumbuh lebih besar, karena akar halus mudah rusak hanya dengan sentuhan tangan. Proses ini biasanya memakan waktu 2 – 6 bulan, tergantung jenis dan besar batang tanaman.

Baca Juga: Bohlam Lampu Ini Bisa Jadi Pot Tanaman yang Keren dan Inovatif

Bila akar tanaman dirasa sudah cukup kuat, Anda dapat memindahkan “pohon baru” tersebut dari induknya. Ada baiknya Anda mengurangi daun untuk mengurangi penguapan ketika tanaman sudah berdiri sendiri.

Anda dapat memotong setiap daun menjadi setengah atau menyisakan beberapa helai daun di setiap ujung ranting.

Potong hasil cangkokan dengan hati-hati, kemudian buka plasti pembungkus akar dan tempatkan di polybag atau pot yang telah ditambahkan media tanam. Letakkan di tempat teduh dan rawat secara intensif sehingga muncul tunas-tunas daun baru.

Selamat mencoba, Hokie People!

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda