TOD: Mewujudkan Transportasi Publik dan Kualitas Hidup Masyarakat

Melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Kemenhub mendorong beberapa kawasan membenahi permasalahan lalu lintas dan fasilitas pendukung transportasi publik.

diskusi-TOD-prajawangsa-synthesis-development-rumahhokie-anto-erawan-dok.
Dari kiri ke kanan: Mandrowo Sapto, Managing Director Synthesis Development, Budi Yanto Lusli, President Director Synthesis Development, Yoga Adiwinarto, Country Director ITDP, dan Sigit Irfansyah, Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPTJ (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Belakangan ini, pilihan hunian tak lagi hanya tergantung pada lokasi dan akses jalan. Sarana transportasi publik kini juga menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli hunian, terutama yang berada di kota besar.

Untuk itu, kebutuhan antarmoda transportasi publik dinilai akan memudahkan masyarakat melakukan mobilitas, seperti jalur commuter line, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT).

Baca Juga: Kepala Bappenas: TOD Adalah Masa Depan Jakarta

Sigit Irfansyah, Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Kementerian Perhubungan RI mengatakan, melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub mendorong beberapa kawasan membenahi permasalahan lalu lintas dan fasilitas pendukung transportasi publik.

Contohnya di Jabodetabek telah dilakukan beberapa upaya untuk mendorong percepatan pelayanan angkutan umum melalui Jabodetabek Airport Connection (JAC) dan Jakarta Railway Center (JRC), serta penanganan stasiun kereta dengan konsep integrasi.

”Pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) saat ini memang tengah diminati. Banyak dari pengembang melirik potensi hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik,” jelas Sigit dalam diskusi bertajuk “Solusi Hunian: Transportasi, Akses dan Kualitas Hidup” yang digagas Synthesis Development, Selasa (27/2/2018).

Hunian Inklusif
Sementara itu, Yoga Adiwinarto, Country Director Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) menjelaskan, akses jalan tol sudah tidak mampu menampung pengguna mobil, sehingga masyarakat harus berjam-jam di perjalanan.

Salah satu solusi bisa dilakukan pemerintah dan pengembang properti adalah melakukan kolaborasi membangun kawasan yang dekat dan lengkap ada transportasi publik.

Baca Juga: Yayat Supriatna: Pembangunan TOD Masih Berjalan Tidak Sinkron

“Kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik harus bersifat inklusif dan lebih memerhatikan manusia. Kondisi ini akan memudahkan masyarakat atau penghuni kawasan tersebut dan meningkatkan perkembangan daerah tersebut,” papar Yoga.

Dengan dibangunnya hunian yang memiliki kemudahan fasilitas transportasi umum, maka harapan ke depan masyarakat bisa tinggal di kawasan yang strategis dan memiliki akses mudah ke jantung ibu kota Jakarta.

“Saat ini, masyarakat ketika merencanakan pembelian hunian akan mempertimbangkan akses transportasi yang tersedia di lokasi tersebut. Sebuah kawasan hunian dengan kemudahan akses transportasi yang baik akan sangat diminati. Tolok ukur masyarakat adalah pembangunan infrastruktur transportasi commuter line, MRT, LRT, dan BRT,” katanya.

Perlu Sinergi
Pada kesempatan yang sama, Mandrowo Sapto, Managing Director Synthesis Development menyambut baik dorongan dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terkait penyediaan transportasi pendukung di Jabodetabek.

“Synthesis Development menyadari saat ini diperlukan sinergi dari semua stakeholder, baik pemerintah, operator, lembaga profesional, dan pengembang agar memiliki pemahaman yang sama tentang sistem transportasi masa depan sebagai bagian dari solusi hunian,” jelas Mandrowo.

Baca Juga: Beli Apartemen Ini, Dapat Gratis Sewa Apartemen Tiga Tahun

Saat ini masyarakat membutuhkan hunian yang tak sekadar memberikan akses transportasi nyaman ke pusat kota, tapi juga kawasan perkotaan dengan manajemen baik. Hal tersebut menjadi bekal penting untuk menciptakan solusi kawasan hunian.

“Synthesis Development berharap kedepannya dapat berkolaborasi bersama dengan BPTJ dan PT Transportasi Jakarta untuk mengembangkan Prajawangsa City dengan pola tata ruang sebagai kawasan superblok yang accessible di Cijantung,” pungkas Mandrowo.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda