Transaksi Real Estat Kawasan Asia Pasifik Catatkan Rekor Baru

Berdasarkan laporan terbaru dari JLL Global Capital Flows, kawasan Asia Pasifik merupakan satu-satunya yang mencatat peningkatan transaksi dalam bidang properti sebesar 6%.

Volume penjualan Real Estate Asia Pasifik, JLL Asia Pasifik, Stuart Crow
Ilustrasi real estate di kawasan Asia Pasifik, (Foto: South China Morning Post)

RumahHokie.com (Jakarta) – Volume transaksi penjualan real estat di Asia Pasifik menembus rekor terbaru, yakni sebesar USD86 miliar, pada kuartal I-2019.

Berdasarkan laporan terbaru dari JLL Global Capital Flows, kawasan Asia Pasifik merupakan satu-satunya yang mencatat peningkatan transaksi dalam bidang properti sebesar 6%, secara global apabila dibandingkan tahun lalu.

Konsultan properti global tersebut, mencatat transaksi terakhir penjualan terjadi pada DUO Tower dan DUO Galleria senilai USD1,17 miliar.

Baca Juga: Tahun 2019, Investasi Hotel di Asia Pasifik Akan Meningkat 15%

Di dalam laporan itu juga mengungkapkan bahwa kondisi positif yang dialami bisnis properti Asia Pasifik kemungkinan besar akan stabil selama sisa tahun ini, sementara tingkat investasi diperkirakan mencapai target baru yang tinggi pada akhir tahun 2019.

“Para investor ingin mencari keuntungan yang lebih besar, diluar dari pasar domestik mereka,” jelas Stuart Crow, CEO of Capital Markets JLL Asia Pasifik, seperti dilansir dari siaran pers, Kamis (08/08/2019).

Lebih lanjut, ia mencontohkan seperti yang terjadi pada pasar properti di Singapura. Stuart menerangkan saat ini negara tersebut sedang mengalami rebound pada kuartal tahun ini.

Baca Juga: 5 Kunci yang Mendorong Pertumbuhan Industri Properti di Asia Pasifik

Menurut survei JLL Asia Pasifik, investasi properti di Singapura hampir mencapai dua kali lipat pada kuartal  I-2019, setelah relatif tenang pada tahun 2018.

Kondisi itu didorong oleh sebagian dari transaksi berskala besar, sektor perkantoran terus memberikan kontribusi sebagai investasi terbesar dengan total nilai akuisisi hampir mencapai USD4,6 miliar pada tahun in. Jumlah tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan nilai transaksi pada tahun 2018, yakni sebesar USD3 miliar.

Sementara itu, Chris Fossick, Head of Southeast JLL Asia, berujar pihaknya melihat sektor perkantoran di Singapura menjadi tujuan investasi favorit selama 12 bulan terakhir ini.

Baca Juga: Asia Pasifik Dianggap Maju Pesat dalam Transparansi Real Estate

“Kondisi baik itu terjadi karena didukung oleh dinamika permintaan-penawaran pasar yang menguntungkan serta prediksi tingkat suku bunga yang ramah,” katanya.

Menurut Chris, para investor menjadi semakin tertarik untuk berinvestasi di Singapura karena adanya kenaikan tarif sewa perkantoran.

“Lokasi utama di Singapura memiliki tarif sewa perkantoran yang diperkirakan akan terus bertumbuh selama beberapa tahun ke depan. Hal ini didukung dengan semakin meningkatnya permintaan jasa teknologi, jasa professional serta sektor jasa finansial,” pungkas Chris.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda